Event
Writing Clinic 2 Penyusunan Buku Spiritualitas Keugaharian, Kearifan Lokal, dan Pengurangan Risiko Bencana
Writing Clinic merupakan salah satu model kerja riset kolaboratif yang dikembangkan oleh Litbang PGI untuk menghimpun para peneliti dan penulis yang sedang mengerjakan kajian pada tema-tema strategis yang menjadi fokus penelitian lembaga. Melalui pendekatan ini, proses penelitian dan penulisan tidak dilakukan secara terpisah oleh individu, melainkan difasilitasi dalam ruang akademik bersama yang memungkinkan pertukaran gagasan, penguatan kerangka konseptual, serta pendampingan proses penulisan secara terstruktur. Writing Clinic 2: Penyusunan Buku Teologi dan Kearifan Lokal dalam Membangun Ketangguhan diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Litbang PGI untuk mengembangkan kajian teologis yang berakar pada pengalaman kontekstual masyarakat, khususnya dalam merespons isu kebencanaan. Kegiatan ini berfokus pada penggalian dan analisis relasi antara refleksi teologis dan praktik kearifan lokal dalam membangun ketangguhan komunitas menghadapi berbagai bentuk bencana, baik bencana alam maupun krisis sosial-ekologis yang semakin kompleks. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat integrasi antara kajian teologi kontekstual dengan praktik pengurangan risiko bencana. Dalam kerangka tersebut, Litbang PGI bekerja sama dengan Biro Pengurangan Risiko Bencana (PRB) PGI untuk mengembangkan pendekatan yang tidak hanya bersifat reflektif-teologis, tetapi juga relevan dengan upaya pemberdayaan komunitas dan penguatan kapasitas gereja serta masyarakat dalam menghadapi situasi kerentanan. Sebagai forum akademik yang berorientasi pada produksi pengetahuan, writing clinic ini mempertemukan para peneliti, teolog, dan penulis dari berbagai wilayah yang memiliki perhatian terhadap isu teologi kontekstual, kearifan lokal, serta ketangguhan bencana. Melalui proses diskusi, pembacaan kritis, dan pendampingan penulisan, para peserta diharapkan dapat menyempurnakan naskah yang sedang disusun sehingga memenuhi standar akademik sekaligus relevan dengan konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia. Kegiatan Writing Clinic 2 ini akan dilaksanakan di dua lokasi sebagai bagian dari strategi untuk menjangkau penulis dari berbagai wilayah Indonesia. Sesi pertama diselenggarakan di Bali, yang akan menghimpun sekitar 15 peneliti dan penulis dari kawasan Indonesia bagian Barat. Sesi kedua akan dilaksanakan di Kendari untuk menghimpun peneliti dan penulis dari kawasan Indonesia bagian Tengah dan Timur, sehingga proses penyusunan buku dapat merepresentasikan keragaman konteks lokal dan pengalaman komunitas di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dihasilkan naskah buku akademik mengenai Teologi dan Kearifan Lokal dalam Membangun Ketangguhan yang tidak hanya memperkaya diskursus teologi kontekstual di Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan perspektif teologis yang mendukung upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan ketangguhan komunitas.
09.00-18.00
Kantor GEPSULTRA - Kendari Sulawesi Tenggara
15
Apr 2026Pelatihan Paralegal Gereja untuk Advokasi Buruh
Buruh Indonesia saat ini berada dalam situasi yang penuh tantangan. Perubahan regulasi ketenagakerjaan, dinamika pasar global, serta perkembangan teknologi digital telah mengubah pola kerja dan relasi antara pekerja, pengusaha, dan negara. Di tengah perubahan tersebut, banyak pekerja menghadapi kerentanan yang serius dalam hal perlindungan hak, kesejahteraan, dan martabat sebagai manusia. Pekerja formal menghadapi persoalan klasik seperti upah minimum, jaminan sosial, dan kepastian kontrak kerja. Kebijakan pemerintah, termasuk Omnibus Law Cipta Kerja, menimbulkan perdebatan luas karena dianggap lebih berpihak pada kepentingan investasi dibanding perlindungan pekerja. Banyak buruh kehilangan kepastian kerja akibat sistem kontrak dan outsourcing, sementara akses terhadap jaminan sosial masih terbatas. Sedangkan pekerja informal sering kali tidak masuk dalam cakupan regulasi ketenagakerjaan. Sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat, namun tetap rentan terhadap fluktuasi pasar, minim perlindungan hukum, dan tidak memiliki akses terhadap jaminan sosial maupun perlindungan kesehatan kerja. Dalam konteks ini, gereja – gereja di Indonesia memiliki panggilan profetis untuk menyuarakan keadilan sosial dan membela martabat manusia. Isu hubungan industrial bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga persoalan etika, moral, dan iman. Ketidakadilan terhadap pekerja adalah bentuk pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan yang diciptakan menurut gambar Allah. Persekutuan Gereja – gereja di Indonesia (PGI) melihat bahwa gereja harus hadir sebagai pembawa suara kenabian yang mengingatkan pemerintah dan pengusaha tentang tanggung jawab mereka terhadap pekerja. Selain itu gereja juga dapat berfungsi sebagai pendamping dan pemberi edukasi kepada para pekerja agar memberkali jemaat dengan pengetahuan tentang hak – hak pekerja serta memiliki kemampuan dalam menghadapi masalah ketika terjadi ketidakadilan. Dalam beberapa catatan sudah ada beberapa gereja yang melakukan pelatihan untuk melakukan advokasi terkait isu buruh, ada juga berbagai jejaring Kristiani yang telah aktif melakukan advokasi dan pendampingan terhadap kasus – kasus buruh di berbagai daerah, khususnya di Kepulauan Riau. Dalam kerangka itu, PGI akan melaksanakan kegiatan pelatihan yang dirancang sebagai wadah pertemuan, pembelajaran, perumusan strategi serta penguatan jejaring advokasi buruh. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan kolaborasi bersama Sinode Banua Niha Keriso Protestan (BNKP), United Evagelical Mission (UEM) Kantor Asia, Komite Nasional Lutheran World Federation (KN-LWF), dan PGIW Kepulauan Riau. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi dan langkah nyata yang dapat memperkuat peran gereja dalam advokasi ketenagakerjaan, sekaligus memperkuat jejaring solidaritas lintas sektor. Pelatihan ini juga menjadi momentum bagi Gereja-gereja di Indonesia untuk menegaskan komitmen gereja terhadap nilai keadilan, kesejahteraan, dan martabat manusia dalam dunia kerja.
09.00-18.00
Batam

