MPH-PGI Terima Kunjungan Amnesty Internasional Indonesia
admin
09 Jun 2026 09:53
JAKARTA,PGI.OR.ID-Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty didampingi Sekretaris Eksekutif bidang Keadilan dan Perdamaan (KP) PGI Pdt. Etika Saragih, dan Kepala Biro Papua Pdt. Ronald Rischard Tapilatu, menerima kunjungan Amnesty Internasional Indonesia, di ruang pertemuan II Grha Oikoumene, Jakarta, pada Senin (8/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, PGI dan Amnesty Internasional Indonesia melakukan dialog yang terfokus pada sejumlah persoalan bangsa, seperti situasi di Papua, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain itu, laporan Amnesty Internasional Indonesia yang baru saja dirilis berjudul Membangun Musuh Khayalan. Misinformasi, Diinformasi dan Tuduhan “Antek Asing” Di Bawah Presiden Prabowo Di Indonesia.
“Laporan setebal 156 halaman itu mensoroti adanya semacam orkestrasi untuk menyudutkan, mengaburkan suara-suara kritis sebagai antek asing dan karena itu seolah-oleh boleh diserang, seolah-olah musuh dari negara,” ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, saat ditemui usai pertemuan.
Hal inilah, lanjut Usman Hamid, yang dialami Andrie Yunus dari Kontras, Iqbal Damanik dari Greenpeace, dan Francisca Christy Rosana dari Tempo. ”Saya kira bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sesama, menghormati rakyatnya, dan mencegah segala bentuk teror dan intimidasi sebagai bahasa komunikasi,” ujarnya.

Sebab itu, dia melihat Amnesty International Indonesia perlu bekerjasama lebih dekat lagi dengan PGI dalam merespon banyak hal. “Kami berharap dapat terus bekerjasama dengan PGI, apalagi situasi ekonomi makin berat, krisis viskal, krisis pangan, energi, dan tentu kita tidak berharap terjadi peristiwa 1998 dimana kelompok masyarakat kita, sesama anak bangsa, menjadi sasaran kekerasan, kita tidak berharap konflik Maluku, konflik agama di 1999 itu terjadi, kita tidak berharap konflik adat atau etnik lainnya seperti di Kalimantan, Sulawesi, itu berulang kembali,” ujar Usman Hamid.
Menurutnya, para tokoh agama, masyarakat adat, aktivis, jurnalis, akademisi, bergandengan tangan untuk mencegah terajdinya peristiwa kelam di masa lalu.
Dalam dialog tersebut, Pdt. Jacky Manuputty menyampaikan bahwa apa yang menjadi keprihatinan Amnesty International Indonesia juga dirasakan oleh PGI. “Kita ada pada keprihatinan dan effort yang sama. Data dan kajian yang disampaikan itu juga concern PGI belakangan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Pdt Jacky Manuputty mengingatkan agar masyarakat sipil (civil society) harus diperkuat kembali. Tidak hanya dilakukan oleh gereja-gereja tetapi juga dalam kerjasama lintasiman. “Kami sudah bekerjasama dengan lembaga lain untuk memetakan situasi yang sedang terjadi sekarang, juga skenario terburuk ke depan. Kami melihat perlunya ketahanan keluarga. Sudah kami lakukan dan kami sosialisasikan, tapi kami juga menjaga supaya tidak panik,” tandas Ketum PGI.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini, diharapkan akan terus berlanjut, dan menjadi bagian dari kerjasa sama dalam merespon persoalan-persoalan bangsa, demi terciptanya Indonesia yang adil, damai dan sejahtera. (BRND-MS)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
MPH-PGI Terima Kunjungan Amnesty Internasional Indonesia
JAKARTA,PGI.OR.ID-Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty didampingi Sekretaris Eksekutif bidang Keadil...
PGI Berbagi Praktik Baik Pengurangan Risiko Bencana dalam Workshop Mis...
KUPANG, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengambil bagian dalam Regional Workshop M...
Pdt. Jacklevyn Manuputty: PGI Tegaskan Ekumenisme Harus Menjawab Krisi...
CHIANG MAI, PGI.OR.ID—Dalam rangkaian International Consultation on “Ecumenism in Asia: Emerging Ecclesia...

