Dana Pensiun Tak Cukup Mengejar Return, BKS Dapen-KI Tekankan Mitigasi Risiko untuk 2027
admin
28 Oct 2026 08:05
JAKARTA, PGi.OR.ID— Badan Kerja Sama Dana Pensiun Kristen Indonesia (BKS Dapen-KI) menggelar diskusi bertajuk “Market Outlook Pasca Statement MSCI: Strategi Alokasi Aset dan Mitigasi Risiko Investasi Dana Pensiun”, Selasa (27/10/2026), di Ruang Pertemuan PGI Lantai 3, Grha Oikoumene, Jakarta. Forum ini menjadi bagian dari persiapan pengelola dana pensiun dalam menyusun strategi investasi dan rencana bisnis 2027 dengan menempatkan pengendalian risiko, ketahanan portofolio, dan keberlanjutan pembayaran manfaat sebagai prioritas utama di tengah dinamika pasar modal serta ketidakpastian ekonomi.
Kegiatan yang berlangsung secara hibrid ini menghadirkan Prof. Ferry Latuhihin sebagai narasumber dan Boy Simon dari Dana Pensiun Penabur sebagai moderator. Dalam pertemuan ini hadir 14 Dana Pensiun yang menjadi anggota BKS Dapen KI, 40 orang hadir langsung di PGI dan 47 orang lainnya melalui zoom.
Para peserta membahas perkembangan pasar modal, pasar uang, dan kondisi ekonomi sebagai dasar untuk menentukan alokasi aset, menetapkan target imbal hasil yang realistis, serta merancang langkah mitigasi risiko yang mampu menjaga keamanan aset dan memenuhi kewajiban jangka panjang kepada peserta.
_1793150433.jpg)
Saat membuka kegiatan, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Darwin Darmawan, menyambut baik penyelenggaraan forum tersebut. Ia berharap pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat kehati-hatian dan tanggung jawab dalam mengelola portofolio investasi.
Menurut Pdt. Darwin, sikap kritis terhadap kondisi pasar modal tidak seharusnya dipandang sebagai pesimisme semata. Sikap kritis yang dibangun berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan bukti empiris justru diperlukan untuk mengenali berbagai persoalan yang perlu dibenahi, khususnya dalam tata kelola keuangan dan pasar modal di Indonesia.
“Kita tidak boleh jatuh pada pesimisme, tetapi juga jangan optimistis berlebihan. Kita perlu melihat keadaan dengan bijaksana, berlandaskan pengetahuan dan pengalaman, agar dapat mengelola portofolio secara lebih bertanggung jawab,” demikian pesan Pdt Darwin dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan dana pensiun bukan sekadar persoalan memperoleh keuntungan investasi. Di dalamnya terdapat kepercayaan dari orang-orang yang telah menitipkan dana masa depan mereka kepada lembaga pengelola. Kepercayaan tersebut harus dijaga melalui keputusan investasi yang cermat, tata kelola yang baik, dan pertimbangan risiko yang matang.
Lebih lanjut Pdt Darwin Darmawan berharap pengelolaan portofolio dana pensiun dapat memberikan manfaat bagi para peserta sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab iman.“Kepercayaan dari orang-orang yang menaruh dana pensiunnya kepada kita harus kita kelola dengan baik, untuk kebaikan bersama dan bagi hormat serta kemuliaan nama Tuhan,” ujarnya.
Prof. Ferry Latuhihin: Fokus pada Risiko, Bukan Semata-mata Imbal Hasil
Dalam pemaparannya, Prof. Ferry Latuhihin menegaskan bahwa prioritas utama pengelola dana pensiun seharusnya adalah pengendalian risiko, bukan sekadar mengejar imbal hasil atau yield yang tinggi. "Yang pertama, kita harus fokus dengan pensiun itu pada risiko, bukan kepada return, bukan kepada yield. Risiko harus seminimal mungkin dengan yield yang memang sejajar dengan risikonya,” ujarnya.
_1793150855.jpg)
Menurut Ferry, pengelola dana pensiun perlu menempatkan keamanan aset dan kemampuan memenuhi kewajiban jangka panjang sebagai pertimbangan utama dalam menentukan instrumen investasi. Imbal hasil tetap penting, tetapi harus sebanding dengan risiko yang ditanggung.
Dalam konteks tersebut, ia menilai Surat Berharga Negara (SBN) sebagai salah satu instrumen yang perlu mendapat perhatian karena karakteristik risiko gagal bayarnya berbeda dari obligasi korporasi. “Oleh karena itu tadi saya katakan, instrumen yang paling aman sekarang ini adalah SBN. Karena berdasarkan undang-undang, SBN tidak bisa default. Kalau korporasi masih bisa default,” katanya.
Ferry juga menyinggung pilihan instrumen lain, seperti kas dan deposito. Menurutnya, penempatan dana pada deposito perlu mempertimbangkan kekuatan dan profil risiko bank, terutama ketika pengelola ingin menjaga likuiditas sekaligus meminimalkan risiko gagal bayar. “Minimize the risk, itu paling penting. Risiko yang paling tolerable menurut saya adalah yang tidak default,” tegasnya.
Selain strategi pemilihan instrumen, Ferry mengingatkan bahwa tekanan pasar belum tentu mencapai titik terendah. Ia meminta para praktisi untuk tetap waspada terhadap kemungkinan risiko yang masih membayangi pasar. Hal tersebut disampaikannya, agar pengelola dana pensiun tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan harapan bahwa pasar akan segera pulih, melainkan menyiapkan strategi yang mempertimbangkan berbagai skenario risiko.
Menyiapkan Portofolio yang Tangguh untuk 2027
Boy Simon dari Dana Pensiun Penabur, yang bertindak sebagai moderator, menilai diskusi tersebut memberikan wawasan sekaligus harapan bagi pengelola dana pensiun di tengah kondisi pasar modal yang sedang menghadapi tekanan. Menurut Boy, salah satu pelajaran penting dari diskusi adalah perlunya mempertimbangkan instrumen yang relatif aman sebagai fondasi portofolio, termasuk SBN, sembari mengevaluasi pilihan deposito berdasarkan kekuatan dan profil risiko bank.
_1793150536.jpg)
Boy menjelaskan bahwa pembahasan tersebut menjadi masukan bagi pengelola dana pensiun dalam menyusun portofolio dan rencana bisnis tahun 2027. Pengelolaan portofolio, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada imbal hasil maksimal, tetapi juga harus menjaga ketahanan aset agar tetap mampu memenuhi kewajiban pembayaran manfaat pensiun secara berkesinambungan.
Dana pensiun memiliki tanggung jawab ganda: menjaga kesinambungan pembayaran manfaat kepada peserta sekaligus memastikan aset yang dikelola tetap berkelanjutan. Karena itu, strategi investasi harus mampu menyeimbangkan kebutuhan imbal hasil, pengendalian risiko, dan keberlangsungan dana dalam jangka panjang.
Informasi Pasar Menjadi Dasar Penyusunan Rencana Bisnis
Direktur Dana Pensiun PGI, Vesna Sagala, menjelaskan bahwa diskusi BKS Dapen-KI diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan rencana bisnis tahun 2027. Setiap dana pensiun perlu menyusun rencana bisnis dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi serta prospek pasar keuangan.
Menurut Vesna, informasi yang memadai mengenai pasar modal, pasar uang, dan kondisi perekonomian Indonesia sangat dibutuhkan agar pengelola dapat mengambil keputusan secara tepat dan merumuskan strategi investasi yang realistis. “Untuk itu, kami memerlukan banyak informasi terkait dengan pasar modal dan pasar uang, dan juga kondisi ekonomi di negara ini agar kami tidak salah memutuskan dan kami dapat membuat strategi yang tepat dalam menentukan return di tahun yang akan datang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rencana bisnis tahun 2027 perlu dipersiapkan dengan cermat, mengingat setiap dana pensiun harus menyampaikan rencana bisnis tersebut paling lambat pada 30 November 2026.Bagi para pengelola dana pensiun, forum ini menjadi kesempatan untuk memperkaya perspektif sebelum menetapkan alokasi aset, target imbal hasil, dan strategi mitigasi risiko untuk tahun mendatang.
_1793150838.jpg)
Menjaga Amanah, Memperkuat Ketahanan Dana Pensiun
Diskusi BKS Dapen-KI menegaskan bahwa pengelolaan dana pensiun tidak dapat hanya diukur dari besarnya imbal hasil investasi. Ketahanan portofolio, kualitas tata kelola, kecermatan dalam membaca risiko, dan kemampuan memenuhi kewajiban kepada peserta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pengelolaan dana pensiun.
Di tengah dinamika pasar modal dan ketidakpastian ekonomi, pengelola dituntut untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai, analisis yang terukur, serta prinsip kehati-hatian.Melalui forum ini, BKS Dapen-KI mendorong penguatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan di antara pengelola dana pensiun Kristen di Indonesia. Harapannya, strategi investasi yang disusun untuk tahun 2027 tidak hanya mampu menghasilkan imbal hasil yang sesuai dengan tingkat risiko, tetapi juga menjaga keberlanjutan aset dan manfaat pensiun bagi para peserta. (NA)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Tokoh Lintas Agama Gelar Doa Pemulihan Bangsa, PGI Soroti Krisis Ekolo...
JAKARTA, PGI.OR.ID — Sejumlah tokoh lintas agama bersama kelompok masyarakat sipil dan organisasi lingkungan...
Merespons Karhutla: Refleksi dan Doa Lintas Iman, Berharap Pemerinta...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Satu persatu perwakilan agama menaikan doa-doanya. Diawali agama Islam dan ditutup oleh seor...
Dana Pensiun Tak Cukup Mengejar Return, BKS Dapen-KI Tekankan Mitigasi...
JAKARTA, PGi.OR.ID— Badan Kerja Sama Dana Pensiun Kristen Indonesia (BKS Dapen-KI) menggelar diskusi bertaj...

