GKII GELAR KONAS X DI MAKASSAR, TEGASKAN SEMANGAT “GROWING TOGETHER”
admin
22 Apr 2026 12:58
MAKASSAR, PGI.OR.ID — Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) resmi membuka Konferensi Nasional (KONAS X) di Makassar pada 21 April 2026, menandai dimulainya rangkaian persidangan lima tahunan yang strategis bagi arah pelayanan gereja ke depan. Kegiatan yang akan berlangsung pada 21-24 April 2026 ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen iman, memperkuat kesaksian gereja, serta merumuskan langkah-langkah pelayanan di tengah dinamika kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk dan terus berubah.
Ketua Umum Sinode GKII, Pdt. Daniel Ronda, dalam sambutannya menekankan pentingnya konferensi ini sebagai ruang kebersamaan seluruh elemen gereja. Ia menyampaikan bahwa GKII saat ini melayani sekitar 600 ribu jemaat yang tersebar di wilayah geografis yang sangat luas, mulai dari Sumatra hingga Papua. Dengan kehadiran hampir 700 peserta dalam KONAS ini, ia berharap setiap proses dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan keputusan yang berdampak nyata bagi pelayanan gereja.
Mengangkat tema growing together, Pdt. Daniel Ronda mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memikirkan pertumbuhan secara kelembagaan, tetapi juga pertumbuhan bersama sebagai tubuh Kristus. Ia secara khusus menyoroti pentingnya perhatian terhadap jemaat-jemaat di wilayah yang menghadapi keterbatasan, termasuk di Papua. “Kita perlu memberi perhatian yang sungguh-sungguh kepada saudara-saudara kita di daerah sulit. Mari kita juga terus mendoakan masyarakat Papua dalam setiap pergumulan yang mereka hadapi,” ujarnya. Ia juga menyinggung makna personal penyelenggaraan KONAS X di Makassar sebagai bagian dari keterlibatannya kembali dalam pelayanan pendidikan teologi.
Sementara itu, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Darwin Darmawan, menyoroti konteks global dan nasional yang saat ini diwarnai oleh berbagai krisis yang saling berkaitan atau polikrisis. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa gereja tidak dapat menutup mata terhadap situasi tersebut, melainkan perlu meresponsnya dengan sikap iman yang tepat.

Mengacu pada Alkitab, ia menjelaskan bahwa akar dari berbagai krisis yang terjadi adalah ketidakbenaran dan menguatnya individualisme. Karena itu, gereja dipanggil untuk hidup dalam kebenaran dan kasih, serta bertumbuh ke arah Kristus sebagai kepala. “Tema growing together menjadi sangat relevan. Gereja tidak dipanggil untuk berjalan sendiri-sendiri, tetapi bertumbuh bersama dalam kesatuan iman, sebagai respons atas tantangan zaman,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada GKII di bawah kepemimpinan Pdt. Daniel Ronda yang dinilai aktif dalam gerakan oikoumene di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan harapan agar proses pemilihan pemimpin baru GKII dalam KONAS ini dapat menghasilkan figur yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan, tetapi juga mampu menghidupi semangat kebersamaan dan pertumbuhan bersama.

KONAS X GKII bukan sekadar forum administratif, melainkan juga ruang perjumpaan iman yang mempererat relasi antar pelayan dan jemaat dari berbagai daerah. Dalam persidangan ini, peserta akan membahas sejumlah agenda penting, termasuk pembaruan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta penetapan program kerja gereja untuk periode mendatang.
Seluruh rangkaian sidang diharapkan berlangsung dalam tuntunan Tuhan, sehingga setiap keputusan yang dihasilkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi sungguh lahir dari hikmat ilahi, berakar pada kehendak-Nya, dan menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan gereja serta kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. (EDP)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
PGI Dampingi Penyintas dalam Uji Materiil Penetapan Status dan Tingkat...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Kepala Biro Pengurangan Risiko Bencana (PRB) PGI Pdt. Shurej Tomaluweng bersama staf Bidang ...
Seruan PGI. “Hentikan Kekerasan Bersenjata: Nyawa Warga Sipil Papua...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kembali menyampaikan seruan mendesak kepada sel...

