Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

TNI AU dan PGI Perkuat Sinergi Pembinaan Rohani demi Keluarga dan Bangsa yang Tangguh

Thumbnail
Author

admin

19 Jun 2026 14:05

Share:

JAKARTA, PGI.OR.ID-Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Udara (Disbintalau) menggelar Convent Rohaniwan Kristen TNI AU Tahun Anggaran 2026 bertema “Kita Wujudkan Keluarga Tangguh, Prajurit Ampuh” di Lobby Integritas Disbintalau, Kompleks Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan mental, ideologi, dan rohani prajurit TNI Angkatan Udara, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi para rohaniwan Kristen dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa, bernegara, dan bergereja.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber. Pemateri pertama adalah Kepala Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Udara (Kadisbintalau), Marsma TNI H. Drs. Jaetul Muchlis, M.Ag., yang menyampaikan materi tentang moderasi beragama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan keberagaman yang harus terus dirawat melalui nilai-nilai agama yang ramah, toleran, menghargai perbedaan, serta adaptif terhadap budaya lokal.

Menurutnya, prinsip keadilan harus menjadi landasan dalam kehidupan bersama. Keadilan tidak hanya menjamin kebebasan dasar setiap warga negara, tetapi juga menghadirkan kesetaraan kesempatan dan ruang yang sama bagi setiap individu tanpa diskriminasi. “Dalam memberikan penghargaan kepada seseorang, yang harus menjadi pertimbangan adalah profesionalitasnya, bukan identitasnya. Jika yang dikedepankan identitas, maka berpotensi menimbulkan prasangka dan praktik yang tidak adil,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengedepankan prinsip anti-kekerasan dalam membangun kehidupan yang damai. Menurutnya, perdamaian hanya dapat terwujud apabila setiap pihak menghindari segala bentuk kekerasan, baik yang bersifat langsung, struktural, maupun kultural. “Ketika terjadi perbedaan atau gesekan, yang harus diutamakan adalah dialog. Lakukan konfirmasi, buka ruang percakapan, dan jangan terburu-buru menghakimi atau menyimpulkan sesuatu tanpa mendengar semua pihak. Jangan mudah terprovokasi dan jangan menjadi pihak yang provokatif,” tegasnya. Melalui pendekatan moderasi beragama, ia mengajak seluruh peserta untuk terus mengedepankan sikap saling menghormati, membangun komunikasi yang sehat, serta menjadikan dialog sebagai jalan utama dalam menyelesaikan perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Dr. Darwin Darmawan, hadir sebagai narasumber dan memaparkan arah pelayanan PGI serta berbagai tantangan yang tengah dihadapi gereja-gereja di Indonesia. Menurutnya, gereja saat ini menghadapi beragam persoalan yang semakin kompleks, mulai dari krisis oikoumene, krisis ekologi, krisis kebangsaan, transformasi digital, krisis keluarga, hingga tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah Kristen.

Pdt. Darwin menegaskan bahwa gereja perlu terus memperbarui diri agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan umat di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat. “PGI mendorong hadirnya gereja yang relevan, termasuk melalui pemberitaan firman yang dekat dengan pergumulan jemaat dan mampu menjawab persoalan nyata yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia berharap Persekutuan Oikumene Umat Kristen (POUK) di berbagai daerah dapat mendorong para pelayan dan pengajar untuk menghadirkan khotbah yang kontekstual, membumi, dan relevan dengan realitas kehidupan jemaat.

Selain itu, Pdt. Darwin mengajak gereja-gereja untuk mengelola berbagai karunia dan sumber daya yang dimiliki secara bertanggung jawab. “Kita harus menjadi teladan dalam mengelola karunia Tuhan. Jika gereja memiliki aset atau lahan, semuanya perlu dikelola dengan baik dan bertanggung jawab untuk mendukung pelayanan serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari visi dan misi PGI hingga tahun 2029. Sebagai garam dan terang dunia, gereja dipanggil untuk tidak hanya memperhatikan kehidupan internal, tetapi juga terlibat aktif dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa. Karena itu, PGI terus terlibat dalam berbagai upaya advokasi, termasuk memperjuangkan kebebasan beragama dan berkeyakinan serta mendorong penguatan demokrasi yang substantif di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Pdt. Kolonel Sus Jimmy Steven, S.Th., CHRMP, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Persekutuan Oikumene Umat Kristen (POUK) DKI Jakarta, menyampaikan materi mengenai Pedoman Umum POUK Nasional. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai regulasi dan pedoman yang menjadi acuan pelayanan POUK, termasuk petunjuk teknis rumah ibadah serta petunjuk teknis pembinaan rohani Protestan di lingkungan TNI yang diterbitkan oleh Panglima TNI pada tahun 2021. Menurutnya, pemahaman terhadap pedoman tersebut penting agar para majelis dan pengurus POUK dapat menjalankan pelayanan secara tertib, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Tujuan dari penyampaian materi ini adalah agar para majelis dan pengurus POUK memahami pedoman-pedoman yang berlaku sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat bagi warga jemaat di lingkungan TNI,” jelasnya.

Melalui Convent Rohaniwan Kristen TNI AU 2026, para peserta diajak memperkuat komitmen dalam membangun keluarga yang tangguh sebagai fondasi lahirnya prajurit yang profesional, berintegritas, dan memiliki spiritualitas yang kuat.  Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya peran rohaniwan dalam mendukung pembinaan mental dan karakter prajurit TNI Angkatan Udara agar mampu menjadi teladan dalam menghidupi nilai-nilai keadilan, toleransi, dialog, dan perdamaian di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Sebagai penutup, Kadisbintalau menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan PGI semakin diperkuat, khususnya dalam penyusunan pedoman pengembangan sumber daya rohaniwan Kristen di lingkungan TNI Angkatan Udara. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan para rohaniwan dan pelayan yang melayani di Persekutuan Oikumene Umat Kristen (POUK) TNI AU semakin mampu menjadi perpanjangan tangan Tuhan dengan menghadirkan pelayanan yang berkualitas, berintegritas, berjiwa nasionalis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan toleransi. Ia menegaskan bahwa para rohaniwan tidak hanya perlu memiliki pemahaman teologis yang kuat, tetapi juga harus terbebas dari paham-paham ekstrem serta mampu menghadirkan pelayanan yang relevan, inspiratif, dan menjawab kebutuhan jemaat.

Dengan demikian, pelayanan rohani di lingkungan TNI AU dapat terus berkembang, mendorong partisipasi aktif jemaat dalam kehidupan bergereja, memperkuat ketahanan dan keutuhan keluarga, serta berkontribusi dalam pembentukan karakter prajurit dan warga bangsa yang beriman, profesional, dan cinta tanah air. (BRND)

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
PGI Dukung Pengesahan RUU Masyarakat Adat sebagai Wujud Keadilan Ekolo...
by admin 19 Jun 2026 19:28

JAKARTA, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menegaskan dukungannya terhadap percepatan...

TNI AU dan PGI Perkuat Sinergi Pembinaan Rohani demi Keluarga dan Bang...
by admin 19 Jun 2026 14:05

JAKARTA, PGI.OR.ID-Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Udara (Disbintalau) menggelar Convent Rohaniwan Kristen...

PGI Bersama Jaringan Klinik KBB Kunjungi Mubaligh Daerah JAI di Jogja...
by admin 15 Jun 2026 08:47

JOGJAKARTA,PGI.OR.ID-PGI bersama jaringan Klinik Kebebasan Beragama Berkeyakinan (KBB) Jogjakarta bersilaturah...