Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

Dari Lingkaran Lego-Lego ke Ruang Digital: Pembukaan Sidang MPH-PGI Soroti Persatuan Gereja dan Tantangan Dunia Digital

Thumbnail
Author

admin

22 May 2026 19:19

Share:

ALOR, PGI.OR.ID — Sidang Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) resmi dibuka di Aula GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Alor, Jumat (22/5/2026) oleh Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty dengan pengetukan palu sebanyak tiga kali. Dalam pernyataan pembukan, Pdt. Manuputty mengatakan bahwa detak oikoumene juga ada di pulau-pulau terluar seperti Alor, di mana semua gereja anggota PGI berada dalam kesetaraan dan keesaan. Ia juga menyatakan terima kasih atas penerimaan yang tulus dari masyarakat Alor. “Kami menyampaikan apresiasi kepada GMIT dan masyarakat Alor yang menyambut dengan kehangatan dan keindahan budayanya,” ungkap Pdt. Manuputty.

Persidangan yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Mei 2026, diawali dengan ibadah pembukaan yang sarat nuansa budaya Alor. Ibadah dibuka dengan Tari Lego-Lego yang mengangkat tema “Tuhan Gembala yang Baik” (Mazmur 23) dalam bahasa Alor. Tarian dan nyanyian khas tersebut menjadi simbol kebersamaan dan pemeliharaan Tuhan bagi umat-Nya. Nuansa budaya lokal begitu terasa ketika para peserta sidang, pendeta-pendeta GMIT di Alor, serta para pelayan ibadah bersama-sama menutup ibadah dengan tarian Lego-Lego dalam satu lingkaran persaudaraan.

Khotbah disampaikan oleh Pdt. Arnold Tindas dengan pembacaan firman Tuhan dari Filipi 2:1-4 bertema “Dipersatukan dalam Lingkaran Kasih”. Dalam khotbahnya, Pdt. Arnold Tindas menyoroti situasi dunia saat ini yang tengah mengalami krisis persatuan. Menurutnya, perpecahan tidak hanya terjadi dalam masyarakat dan bangsa, tetapi juga dalam keluarga maupun gereja. Egoisme, persaingan, dan kepentingan pribadi sering kali lebih dominan daripada kasih dan persekutuan.

Ia menegaskan bahwa pengalaman akan kasih Kristus menjadi dasar penting untuk membangun persatuan sejati. Gereja, katanya, dipanggil untuk tidak hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, melainkan hadir bagi mereka yang miskin, korban bencana, masyarakat tertindas, serta turut menjaga lingkungan hidup dan memperjuangkan perdamaian bangsa. “Gereja dipanggil menjadi pembawa damai di tengah polarisasi bangsa, penjaga persaudaraan dalam keberagaman, pelayan kemanusiaan, dan terang bagi dunia. Kasih Kristus tidak eksklusif, tetapi merangkul semua,” ujar Pdt. Arnold.

Setelah ibadah pembukaan, rangkaian persidangan dilanjutkan dengan seminar bertajuk “Tantangan Dunia Digital dan AI bagi Gereja” yang disampaikan oleh Gildas Deograt Lumy, praktisi, konsultan, dan pakar keamanan siber. Dalam pemaparannya, Gildas Lumy menekankan bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membawa perubahan besar dalam pola pikir dan kehidupan manusia.

Ia mengingatkan bahwa gereja perlu memiliki kesadaran kritis terhadap perkembangan teknologi, sebab AI tidak boleh menggantikan nilai kemanusiaan maupun iman. Ia juga mengibaratkan ruang digital sebagai “alam liar siber” yang perlu diwaspadai agar jemaat tidak terpapar berbagai ancaman dan manipulasi digital. Teknologi AI yang semula diciptakan untuk menolong manusia, kini justru telah menciptakan ketergantungan dan menguasai manusia. Seminar berlangsung interaktif dengan diajukannya pertanyaan para peserta, khususnya mengenai keamanan digital dan pendampingan jemaat di era digital dan AI. Salah satu gagasan yang mengemuka ialah pentingnya membangun ekosistem digital yang aman dan sehat bagi gereja, sehingga gereja dapat menjadi pusat edukasi, penggembalaan, dan kolaborasi jemaat secara digital tanpa dikuasai oleh AI.

Selanjutnya, Ketua Sidang Olly Dondokambey memimpin jalannya sidang dengan agenda Pengantar Ketua Umum PGI, Laporan MPH-PGI Bagian Umum oleh Sekretaris Umum PGI, Laporan Bidang Keuangan, Informasi Badan Pemeriksa, Pertimbangan Majelis Pertimbangan, serta tanggapan peserta sidang. Kegiatan persidangan hari pertama berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Sidang MPH-PGI ini diharapkan akan melahirkan keputusan-keputusan strategis yang berdampak bagi seluruh gereja anggota PGI. (EDP)

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
Dari Lingkaran Lego-Lego ke Ruang Digital: Pembukaan Sidang MPH-PGI So...
by admin 22 May 2026 19:19

ALOR, PGI.OR.ID — Sidang Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) resmi dibuk...

Rombongan MPH-PGI Tiba di Alor, Disambut Keramahtamahan dan Semangat P...
by admin 21 May 2026 18:12

ALOR, PGI.OR.ID — “Taramiti tominuku!” Sapaan khas suku Abui di Alor itu menggema saat rombongan Majelis...

Pererat Kolaborasi, Rektor UKI Lakukan Audiensi ke PGI
by admin 21 May 2026 11:32

Rektor UKI, Prof. Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D. beserta jajaran, melakukan audiensi ke PGI dalam...