Ecumenical Women's Action Against Violence (EWAAV) Southeast Asia Consultation on Strengthening Ecumenical Action for Women's Dignity and Rights
admin
17 Oct 2026 06:19
MANILA, FILIPINA, PGI.OR.ID– Wakil Sekretaris Umum PGI bersama sejumlah pimpinan perempuan dari gereja-gereja anggota Christian Conference of Asia (CCA) menghadiri Konsultasi Ecumenical Women’s Action Against Violence (EWAAV) dengan tema “Strengthening Ecumenical Action for Women’s Dignity and Rights”.
_1792193061.jpeg)
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan perempuan dari berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Laos, Kamboja, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Myanmar. Dari Indonesia hadir Pdt. Nurbetty Ginting (GBKP), Pdt. Ni Luh Suarti (GKPB Bali), Pdt. Jenny Mahupale (GPM), Pdt. Magyolin Tuassun (GKP), serta Ibu Tiurida Hutabarat (HKBP) yang juga pengurus CCA. Dalam kesempatan ini, Wasekum PGI Pdt. Lenta Simbolon memaparkan advokasi yang telah dilakukan PGI sebagai wujud komitmen terhadap keadilan dan perdamaian di Indonesia.
Selama tiga hari, peserta berkumpul dalam semangat kesatuan, iman, dan tujuan bersama untuk memperkuat suara kolektif dalam membela martabat perempuan, hak asasi manusia, dan keadilan gender. Konsultasi menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan di kawasan, termasuk kekerasan berbasis gender, diskriminasi, marginalisasi ekonomi dan sosial, serta isu kesehatan mental keluarga.
Peserta mendengarkan kisah perempuan yang hidupnya terguncang oleh kekerasan dan diskriminasi, serta merenungkan kisah Alkitab seperti Hagar dan anak-anak perempuan Zelophehad yang menegaskan pentingnya suara dan partisipasi perempuan. Refleksi ini meneguhkan panggilan gereja untuk melampaui kata-kata dan mewujudkan aksi nyata yang berkelanjutan.
Komitmen dan Seruan
_1792193204.jpeg)
Peserta berkomitmen untuk:
- Bertindak melawan kekerasan berbasis gender, perdagangan manusia, eksploitasi, dan diskriminasi.
- Menjunjung martabat penyintas dengan dukungan yang layak.
- Membangun solidaritas lintas batas dan generasi.
- Memperkuat pendidikan serta kepemimpinan perempuan.
Konsultasi menyerukan agar gereja:
- Membentuk mekanisme penanganan kekerasan dan kebijakan yang adil gender.
- Menyediakan ruang aman bagi penyintas.
- Memastikan kepemimpinan perempuan dalam tata kelola gereja.
- Memperkuat pendidikan dan advokasi keadilan gender.
Selain itu, pemerintah didesak untuk menegakkan hak dan martabat perempuan melalui hukum yang efektif, investigasi transparan, akses keadilan, dukungan psikososial, serta mekanisme perlindungan yang kuat.
Penutup
Konsultasi Asia Tenggara EWAAV 2026 menegaskan bahwa perjuangan martabat dan hak perempuan adalah bagian integral dari kesaksian iman Kristen. Bersama, gereja dan mitra ekumenis berkomitmen membangun masyarakat yang adil, damai, dan inklusif, di mana setiap perempuan dan anak perempuan hidup dengan martabat dan harapan. (LES)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Gelar Workshop Isu Pekerja Migran, PGI Dorong Gereja Perkuat Perlindun...
BATAM, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mendorong gereja-gereja di Indonesia untuk s...
PGI, JAKOMKRIS PBI, dan YEU Kembangkan Skema Ruang Bebas Asap, Bersama...
JAKARTA, PGI.OR.ID— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belum me...
Ecumenical Women's Action Against Violence (EWAAV) Southeast Asia Cons...
MANILA, FILIPINA, PGI.OR.ID– Wakil Sekretaris Umum PGI bersama sejumlah pimpinan perempuan dari gereja-gerej...

