Kunjungan Capacity Building PGI ke GKP: Mengenal Kekhasan, Memperkuat Jejaring Oikoumenis
admin
28 Aug 2026 19:45
BANDUNG, PGI.OR.ID — Program Capacity Building Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kembali menjadi ruang perjumpaan dan pembelajaran bersama antargereja anggota. Dalam rangkaian tahun ini, PGI mengunjungi Sinode Gereja Kristen Pasundan (GKP), Jumat (28/8/2026), untuk mengenal lebih dekat sejarah, karakteristik, dinamika pelayanan, serta kekhasan GKP dalam konteks masyarakat Pasundan.
Kunjungan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengenal profil salah satu gereja anggota PGI. Lebih dari itu, perjumpaan ini menjadi kesempatan untuk menemukan berbagai pengalaman dan praktik pelayanan yang dapat menjadi pembelajaran bersama serta memperkuat jejaring ekumenis di antara gereja-gereja anggota PGI.
Sekretaris Umum PGI, Pdt. Dr. Darwin Darmawan, mengatakan bahwa program Capacity Building yang dilaksanakan setiap tahun tidak semata-mata bertujuan meningkatkan kapasitas internal PGI. Program ini juga dirancang untuk memperluas pemahaman mengenai gereja-gereja anggota beserta konteks sosial dan dinamika ekumenis yang melingkupinya.
_1788148092.jpeg)
“Atas nama PGI, kami mengucapkan terima kasih atas keterbukaan Majelis Sinode GKP menerima kunjungan kami dalam acara Capacity Building ini. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memperkaya secara internal, tetapi juga membuat kami semakin mengetahui gereja-gereja anggota sekaligus mengetahui komunitas dan dinamika ekumenisnya ketika kami melakukan kunjungan di satu tempat,” katanya.
Menurut Pdt. Darwin, pola perjumpaan seperti ini telah dilakukan dalam kegiatan Capacity Building sebelumnya, salah satunya melalui kunjungan ke GKJTU di Salatiga. Setiap kunjungan memberikan kesempatan bagi PGI untuk memahami kehidupan gereja anggota sekaligus konteks masyarakat tempat gereja tersebut hadir. Pengalaman itu kemudian dapat dihubungkan dengan pengalaman gereja-gereja anggota lainnya sehingga dinamika ekumenis dapat semakin berkembang.
GKP: Kekhasan yang Harus Dirasakan Masyarakat
Ketua Umum Sinode GKP, Pdt. Magyolin Tuasuun, menyambut baik kunjungan PGI dan memperkenalkan perjalanan GKP serta berbagai pelayanan yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat.
Sebagai gereja yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan kekristenan di Jawa Barat, GKP terus mengembangkan pelayanannya di tengah masyarakat Pasundan yang mengalami perubahan. Bagi GKP, berbagai kekayaan sejarah, identitas, dan pelayanan gereja tidak cukup hanya menjadi sesuatu yang dibanggakan atau dipajang, tetapi harus menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. “Boleh bangga, tetapi jangan hanya etalase. Dampaknya harus dirasakan. Karena kadang etalase itu hanya dilihat, tetapi harus bisa dirasakan,” tegas Pdt. Magyolin.
_1788148110.jpeg)
Semangat tersebut menjadi salah satu titik penting dalam kunjungan PGI. Kekhasan sebuah gereja anggota tidak berhenti sebagai identitas internal, tetapi dapat menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi bagi gereja-gereja lain dalam membangun pelayanan yang kontekstual.
Pelayanan Kontekstual GKP
Sekretaris Umum Sinode GKP, Pdt. Adama Sihite, memaparkan perjalanan GKP, struktur organisasi, wilayah pelayanan, serta berbagai badan pelayanan yang dikembangkan. Pelayanan GKP dijalankan melalui sinode, klasis, jemaat, dan sejumlah badan pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Beberapa badan pelayanan tersebut juga telah memiliki status badan hukum dan menjadi bagian penting dari karya GKP di tengah masyarakat.
Secara historis, wilayah pelayanan GKP berada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Namun, identitas sebagai gereja Pasundan tidak membuat GKP membatasi diri dari kerja sama dengan gereja maupun komunitas lain.
_1788148174.jpeg)
“Kami menyadari bahwa GKP adalah gereja Pasundan yang berada dalam konteks masyarakat Sunda. Tetapi itu bukan berarti GKP menutup diri untuk bekerja sama dalam pelayanan-pelayanan yang baru,” jelas Pdt. Adama. Semangat keterbukaan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, antara lain pemberdayaan ekonomi jemaat, beasiswa dan pengembangan pendidikan, pelayanan kesehatan, program lintas iman, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan kapasitas warga jemaat. Berbagai pelayanan tersebut menjadi bentuk kehadiran gereja dalam merespons persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.
Salah satu praktik pelayanan yang mendapat perhatian adalah Pasundan Durebang, lembaga yang memberikan pendampingan kepada perempuan dan korban kekerasan berbasis gender.
Direktur Pasundan Durebang, Pdt. Obertina Johanis, menjelaskan bahwa lembaga tersebut bergerak dalam tiga bidang utama, yakni pencegahan, penanganan, dan advokasi. Upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi publik, pelatihan, lokakarya, dan kampanye kesadaran mengenai pencegahan kekerasan seksual. Sementara itu, penanganan mencakup konseling, pendampingan psikologis, dukungan psikolog klinis, pendampingan hukum, hingga penyediaan rumah aman atau shelter bagi mereka yang membutuhkan perlindungan.
Pengalaman tersebut juga telah mendorong GKP mengembangkan kebijakan dan prosedur penanganan kekerasan seksual di tingkat sinode, termasuk penyusunan SOP untuk lingkungan sinodal dan berbagai kegiatan gereja. Para pendeta, penatua, serta pelayan yang terlibat dalam badan-badan pelayanan diarahkan untuk memiliki komitmen bersama dalam mencegah kekerasan seksual. Di tingkat jemaat, GKP juga sedang memperkuat kapasitas para penatua agar mampu memberikan pendampingan awal ketika menghadapi persoalan tersebut.
Membangun Jejaring Lintas Iman
Kekhasan lain yang diperkenalkan GKP adalah keterlibatannya dalam membangun relasi dengan komunitas lintas iman. Salah satunya melalui Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama), yang melibatkan kaum muda dari berbagai latar belakang agama.
Melalui berbagai program dan media, Jakatarub mengembangkan nilai kebersamaan, toleransi, dan kehidupan bersama dalam keberagaman. Selain dialog, GKP juga mengembangkan berbagai program interfaith yang diwujudkan melalui kegiatan bersama masyarakat. Pengalaman ini menunjukkan bahwa jejaring gereja dapat menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan dan kerja sama di tengah masyarakat yang majemuk.
Dari Mengenal Menuju Kolaborasi
Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, menegaskan bahwa setiap gereja anggota memiliki kapasitas, kekhasan, dan keunikan yang dapat memberikan warna bagi perjalanan oikoumene di Indonesia. Karena itu, kunjungan ke GKP diharapkan tidak berhenti pada pengenalan profil gereja, tetapi dilanjutkan dengan menemukan praktik-praktik yang dapat menjadi pembelajaran dan kekuatan bersama.
“Dengan kapasitas, kekhasan, dan keunikannya GKP memberikan warna yang unik dalam perjalanan bersama,” ujar Pdt. Jacky Manuputty.
Ia menilai berbagai pengalaman GKP—mulai dari pemberdayaan ekonomi jemaat, pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, penguatan perempuan, pencegahan kekerasan seksual, hingga keterlibatan lintas iman—merupakan praktik yang dapat dikenalkan kepada gereja-gereja anggota lainnya. Dalam konteks tersebut, PGI dapat mengambil peran sebagai ruang yang mempertemukan dan menghubungkan berbagai kekuatan yang dimiliki gereja-gereja anggotanya.
“Model-model yang unik itu bisa dikenalkan. Kita bisa menjadikan ini sebagai showcase, sebagai etalase bagi gereja-gereja anggota. Ketika ada yang membutuhkan model tertentu, kita tahu di mana ada gereja yang kuat dalam bidang tersebut,” jelasnya.

Dengan demikian, program Capacity Building PGI tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang untuk membangun pengetahuan, mempererat relasi, serta menghubungkan berbagai pengalaman pelayanan gereja-gereja anggota. “Harapannya semakin mengenal keunikan masing-masing, kita bisa menghubungkan keunikan ini untuk kebutuhan-kebutuhan sosial lain, sehingga kolaborasi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Pdt. Jacky Manuputty.
Kunjungan ke Sinode GKP akhirnya menjadi bagian dari upaya tersebut: datang untuk mengenal, belajar dari kekhasan masing-masing gereja, lalu menghubungkannya menjadi kekuatan bersama bagi gereja dan masyarakat. (NA-EDP)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Kunjungan Capacity Building PGI ke GKP: Mengenal Kekhasan, Memperkuat ...
BANDUNG, PGI.OR.ID — Program Capacity Building Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kembali menjadi ...
PGI Dorong Pembelajaran dari Jawa Barat: Pemberdayaan Ekonomi, Gereja ...
BANDUNG, PGI.OR.ID — Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mendorong penguatan jejaring dan pembelaja...
Capacity Building PGI 2026: Membangun dan Menciptakan Budaya Hospitali...
BANDUNG,PGI.OR.ID-Mengusung tema Kebersamaan yang Menguatkan: Membangun Keluarga PGI yang Produktif, PGI kemba...

