PGI dan Satpel Bintal Rohani Kristen TNI Membahas Kaderisasi dan Kerja Sama Terpadu
admin
27 Feb 2026 10:08
JAKARTA, PGI.OR.ID— Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menerima kunjungan jajaran Satuan Pelaksana Pembinaan Mental (Bintal) Rohani Kristen dari tiga matra TNI, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU), serta perwakilan BP POUK DKI Jakarta pada Kamis sore, 26 Februari 2026. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dibahas pergumulan dan tantangan rohani bagi prajurit Kristiani.
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa jumlah rohaniawan dan rohaniwati di lingkungan TNI saat ini sangat terbatas dan belum sebanding dengan jumlah prajurit Kristiani yang membutuhkan pembinaan mental dan spiritual. Bahkan, pada masa tertentu, pelayanan rohani bagi prajurit Kristiani terpaksa dilakukan oleh rohaniwan dari agama lain karena keterbatasan tenaga pendeta. Kondisi tersebut membuka ruang bagi beberapa gereja untuk melayani para prajurit. Sayangnya, mereka yang melayani tidak selalu berproses sebagai rohaniawan/wati yang terdidik secara baik dan berwawasan oikoumenis. Kondisi ini tentu saja tidak baik dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang tidak membangun.
Pdt. Kolonel Jimmi Steven Sundalagi memaparkan beberapa persoalan yang perlu dicarikan jalan keluarnya, antara lain komunikasi internal antarunsur gereja dan Bintal yang perlu dijembatani agar tidak terjadi tumpang tindih pelayanan. Selain itu, terjadi pendekatan dari kelompok tertentu yang berupaya langsung menjalin akses kepada pimpinan TNI untuk memperoleh ruang pelayanan. Hal ini disebabkan oleh kurang kuatnya pedoman resmi tentang perekrutan tenaga rohaniwan dan persyaratan yang ditetapkan. Selain itu, karena belum terbangunnya pola rekrutmen yang dirumuskan bersama oleh PGI, berpotensi menggerus peran gereja-gereja anggota PGI dalam pelayanan di TNI.
Jajaran Satpel Bintal TNI berharap PGI dapat mengambil peran strategis, termasuk dengan melakukan audiensi kepada Panglima TNI guna merumuskan solusi untuk pergumulan dan tantangan pelayanan kerohanian prajurit Kristiani. Mereka mencontohkan model pelayanan di lingkungan Gereja Katolik melalui Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang memiliki komisi atau badan khusus untuk menata pelayanan rohani prajurit Katolik, bahkan membentuk keuskupan khusus bagi TNI.
Pdt. Darwin Darmawan, Sekretaris Umum PGI, menegaskan pentingnya kaderisasi pelayan di lingkungan Bintal TNI sebagai bagian dari pelayanan gereja bagi bangsa. Pdt. Darwin mengatakan, “Pelayanan kerohanian di lingkup TNI adalah panggilan luhur dan strategis yang membutuhkan sistem rekrutmen, pembinaan, dan pengembangan yang jelas.”
Dalam pertemuan ini juga mengemuka usulan pembentukan badan kerja sama antara PGI dan rohaniawan TNI guna memastikan proses penyaringan, penempatan, dan pembinaan pendeta melalui mekanisme yang akuntabel dan terintegrasi.
Sebagai tindak lanjut, pascapertemuan ini akan digelar pertemuan lanjutan untuk menghimpun data kebutuhan rohaniawan dan rohaniwati di seluruh matra TNI. Data tersebut akan menjadi dasar dalam audiensi dengan Panglima TNI serta penyusunan skema kerja sama yang lebih komprehensif.
Dengan langkah ini, diharapkan pelayanan mental dan spiritual bagi prajurit Kristiani dapat berlangsung secara profesional, terstruktur, dan mencerminkan komitmen dan semangat kebersamaan gereja-gereja di Indonesia dalam melayani bangsa dan negara. (EDP)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
PGI dan Satpel Bintal Rohani Kristen TNI Membahas Kaderisasi dan Kerja...
JAKARTA, PGI.OR.ID— Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menerima kunjungan jajaran Satuan Pelaksana...
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung STIKES PGI Cikini
JAKARTA,PGI.OR.ID-Sebagai langkah awal menandai pembangunan Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PGI ...
Penolakan Terhadap PSN, PGI Diapresiasi Akademisi dan Pekerja Lingkung...
JAKARTA,PGI.OR.ID-Penolakan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) terhadap Proyek Strategis Nasional (P...

