Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

Temui MPH-PGI, Perwakilan Gereja POUK Tesalonika Sampaikan Apresiasi dan Memohon Pendampingan

Thumbnail
Author

admin

10 Apr 2026 11:13

Share:

 

JAKARTA,PGI.OR.ID-Pendeta jemaat Gereja Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Pdt. Michael Siahaan, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PGI terkait peristiwa penyegelan gereja yang berada di Perumahan Mutiara Garuda ini, oleh Satpol PP, pada Jumat (3/4/2026) usai jemaat menjalankan ibadah Jumat Agung.

"Kami mengapresiasi respon yang diberikan lewat pernyataan sikap PGI. Hal itu sangat menguatkan kami yang memang telah lama mengalami persekusi," ujar Pdt. Michael Siahaan saat bertemu MPH-PGI di ruang rapat 2 Grha Oikoumene, Jakarta, pada Kamis (9/4/2026).

Pdt. Michael Siahaan, yang didampingi Balo Napitupulu, dan O.M. I Pardede, diterima langsung oleh Ketum PGI Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, Sekum PGI Pdt. Darwin Darmawan, SE bidang KP PGI Pdt. Etika Saragih, SE bidang KKC PGI Pdt. Johan Kristantara, Direktur Yakoma PGI Elly Diah P, dan staf KP PGI Juandi Gultom.

Pada kesempatan itu, Pdt. Michael Siahaan juga memohon agar PGI tetap melakukan pendampingan terhadap perjuangan POUK Tesalonika saat ini agar Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kantor yayasan segera diterbitkan, mengawal hingga ada solusi yang permanen untuk tempat beribadah, dan berharap PGI menjadi fasilitator mempertemukan pihak-pihak yang kontra, agar persoalan dengan jemaat tidak berlanjut terus. 

Sebelumnya Pdt. Michael Siahaan menceritakan perjuangan Gereja POUK Tesalonika untuk dapat beribadah mengalami polemik panjang, bahkan harus beberapa kali berpindah tempat. Perkusi sudah dialami sejak 2008, kemudian 2023, 2024, 2025, dan terkini pada 2026. 

“Kami juga pernah beribadah hanya dengan modal Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL). Waktu itu kami laporkan dalam proses memenuhi PBM, maka keluar SKTL. Kami pada 2024 dan 2025 merayakan Natal di POUK Sitanala, Tangerang,” ungkapnya. 

Pada 2010, ungkap Michael Siahaan, pihaknya membeli tanah di lahan yang sekarang dipakai, namun dalam prosesnya untuk pengurusan pendirian gereja tidak berhasil. Selanjutnya pada Juni 2023 telah diajukan permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk rumah doa, namun juga tertahan tanpa kejelasan. 

“Memang pihak kecamatan sebelum Jumat agung sudah melayangkan surat mengajak untuk bertemu dan meminta kegiatan Paskah dilakukan di aula kecamatan lama, namun karena kami butuh tempat bisa beribadah dengan kusyuk, kami akhirnya merespond untuk tetap beribadah di rumah doa, dan akhirnya kami dipersekusi dan rumah doa disegel setelah ibadah Jumat Agung” katanya. 

Diselesaikan Secara Tuntas
Dalam arahannya, Pdt. Jacky Manuputty mengingatkan agar POUK Tesalonika tidak terbuai oleh eforia pasca setelah pencabutan segel gereja. Efek jangka panjang harus dikelola agar dapat diselesaikan secara tuntas.

“Semua pihak terkait harus dilibatkan dan didorong untuk tetap memantau. Segala hal yang beririsan dengan persoalan ini harus kita ukur. Saat PGI menaikkan pernyataan sikap terkait POUK Tesalonika juga memperhitungkan apakah membantu di lapangan atau tidak. Kita kawal terus bagaimana proses dan tahapan selanjutnya. Jika ada tawaran bangunan baru kita harus takar bersama. Artinya tidak hitam-putih, selalu ada tawaran-tawaran. Relasi ke masyarakat sekitar juga harus dijaga,” tandasnya.

Menurut Pdt. Jacky Manuputty, pendekatan secara konsitusi penting dilakukan, namun pendekatan kultural juga harus dijalankan. Selain itu, dibutuhkan strategi menyeluruh, serta berhikmat untuk menghindari benturan-benturan.

Pada kesempatan itu, Pdt. Darwin Darmawan juga menyambut positif apa yang kini diperjuangkan oleh POUK Tesalonika. Menurutnya, dalam menghadapi konflik dan menimbulkan luka perlu ditanggapi dengan bijak. “Kita tidak perlu ngotot, tapi apa yang menjadi hak konstitusional kita harus diperjuangkan. Tetap perlu ruang alternatif seperti dalam kasus GKI Yasmin,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan agar kasus ini terus dikawal. Sebab itu, dibutuhkan energi sekaligus keberanian agar apa yang menjadi perjuangan tetap terpublikasi. “Maka perlu teman yang bisa bersinergi dengan energi panjang terhadap ketidakadilan ini. Aspek keadilan harus ditaruh ditempat tinggi, dan tidak bisa dikompromikan, upaya hukum harus dilakukan. Bersamaan dengan itu ruang negosiasi harus tetap dibuka, perlu dialog secara tulus. Saya senang dikatakan tadi ada keinginan untuk bertemu dengan pihak yang menolak,” katanya. 

Sebagaimana diketahui, Gereja POUK Jemaat Tesalonika mengalami persekusi usai  melaksanakan ibadah Jumat Agung, pada Jumat (3/4/2026). Satpol PP menyegel gereja tersebut dipicu oleh adanya keberatan warga terkait izin bangunan yang dianggap belum lengkap (belum memiliki PBG) dan alih fungsi bangunan dari yayasan menjadi tempat ibadah.

Namun akhirnya pemerintah melalui Kementrian Agama melakukan intervensi dengan mengutus Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, untuk meninjau lokasi dan memediasi pertemuan dengan melibatkan semua pihak terkait. Hasilnya, pada Sabtu (7/4) segel akhirnya dicabut. 

Selain cabut segel, salah satu poin kesepakatan dari pertemuan tersebut yaitu Pemda Kabupaten Tangerang akan memfasilitasi tanah untuk tempat bangunan, PBG/IMB akan diselesaikan oleh Pemda, dan pembangunan rumah ibadah tersebut akan di dekat lokasi Teluk Naga. 

Kegiatan ibadah POUK Tesalonika saat ini dilaksanakan di aula kantor kecamatan lama. Pemindahan ini difasilitasi Bupati Tangerang sebagai solusi sementara. Perayaan Paskah 2026 juga dilaksanakan di tempat yang sama. PGI sendiri telah mendampingi perjuangan POUK Tesalonika ini sejak terjadi persekusi pada Maret 2023. (MS)

 

 

 

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
Temui MPH-PGI, Perwakilan Gereja POUK Tesalonika Sampaikan Apresiasi ...
by admin 10 Apr 2026 11:13

JAKARTA,PGI.OR.ID-Pendeta jemaat Gereja Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika, Teluk Naga, Kab...

Ketua Umum PGI dalam Pertemuan dengan Dubes UEA: Gencatan Senjata Jadi...
by admin 09 Apr 2026 23:03

JAKARTA, PGI.OR.ID — Pada Rabu, 8 April 2026, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt....

PGI Hadiri Peresmian Hotel Kenanga Inn Milik Sinode GSJA. Jadi Alat M...
by admin 08 Apr 2026 09:27

JAKARTA,PGI.OR.ID-Mewakili MPH-PGI, Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian (KP) PGI, Pdt. Etika ...