Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

Akses Transportasi Menjadi Tantangan Utama Penyaluran Bantuan Kemanusiaan ke Pulau-Pulau Terluar Sangihe

Thumbnail
Author

admin

10 Jun 2026 16:30

Share:

Rilis Media – Biro Pengurangan Risiko Bencana PGI atas Situasi Terkini Bencana di Sangihe, 10 Juni 2026

Upaya penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi pada 8 Juni 2026 di wilayah Kepulauan Sangihe menghadapi tantangan besar akibat keterbatasan akses transportasi menuju pulau-pulau terluar.

Berdasarkan laporan dari pemerintah kampung dan jaringan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) pada 09 Juni 2026, gempa telah menyebabkan kerusakan rumah tinggal, rumah ibadah, serta memaksa sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Wilayah yang terdampak antara lain Pulau Kawio, Pulau Matutuang, dan Pulau Marore di Kecamatan Marore, yang merupakan kawasan perbatasan Indonesia dan Filipina.

Data sementara menunjukkan 171 kepala keluarga terdampak di Pulau Kawio dengan 78 unit rumah mengalami kerusakan. Di Pulau Matutuang terdapat 60 kepala keluarga terdampak dengan 60 unit rumah rusak. Sementara itu, di Pulau Marore sedikitnya 237 kepala keluarga terdampak dan sebagian warga masih mengungsi ke area pegunungan.

Kebutuhan mendesak yang dilaporkan masyarakat meliputi terpal untuk tempat berlindung sementara, alas tidur, selimut, makanan siap saji, air minum kemasan, beras, dan minyak goreng.

Namun demikian, proses pengiriman bantuan menghadapi sejumlah kendala serius. Jarak antara Tahuna sebagai ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan pulau-pulau terdampak membutuhkan waktu sekitar 11–14 jam perjalanan laut. Sementara itu, perjalanan dari Kota Bitung menuju Tahuna memerlukan waktu sekitar 11 jam. Selain jarak yang jauh, transportasi reguler ke wilayah terdampak umumnya hanya dilayani oleh kapal perintis yang beroperasi sekitar satu kali dalam seminggu.

Kondisi ini semakin menantang karena tidak tersedianya pusat perbelanjaan maupun stok logistik dalam jumlah besar di pulau-pulau terdampak. Informasi yang diterima juga menunjukkan bahwa fasilitas penyimpanan logistik di wilayah Marore turut terdampak akibat gempa.

Saat ini, PRB PGI, Jakomkris PBI, YEU dan GMIST serta berbagai mitra kemanusiaan dan gereja terus melakukan koordinasi untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di Pulau Kawio, Matutuang, dan Marore. Verifikasi kebutuhan di lapangan, pengumpulan informasi dampak, serta mobilisasi dukungan logistik dan transportasi terus dilakukan guna memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok berisiko dan warga yang masih mengungsi.

Mengingat tantangan akses menuju wilayah terdampak yang hanya dapat dijangkau melalui perjalanan laut dengan waktu tempuh panjang dan keterbatasan transportasi reguler, kolaborasi berbagai pihak menjadi sangat penting untuk menghadirkan bantuan yang cepat, tepat sasaran, dan efektif. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pangan, air minum, tempat berlindung sementara, dan perlengkapan rumah tangga, dapat segera terpenuhi serta mendukung pemulihan masyarakat terdampak pascabencana. (ST-EDP)

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
Akses Transportasi Menjadi Tantangan Utama Penyaluran Bantuan Kemanusi...
by admin 10 Jun 2026 16:30

Rilis Media – Biro Pengurangan Risiko Bencana PGI atas Situasi Terkini Bencana di Sangihe, 10 Juni 2026Upaya...

HUT PGI Ke-76 dan Pelantikan Pengurus PGIW NTB 2026–2031 Teguhkan Se...
by admin 10 Jun 2026 11:23

MATARAM, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama Persekutuan Gereja-gereja di Wilay...

PERNYATAAN SIKAP PGI ATAS PEMBUBARAN KEGIATAN PERKEMAHAN ANAK DAN REMA...
by admin 09 Jun 2026 15:14

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengecam keras pembubaran kegiatan perkemahan anak dan remaja Jam...