Peserta Konas Perempuan Gereja PGI 2026 Keluarkan Seruan Bersama
admin
06 Nov 2026 22:09
SIPOHOLON,PGI.OR.ID-Peserta Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gereja 2026 mengeluarkan Seruan Bersama, diakhir kegiatan, Jumat (6/11). Seruan Bersama tersebut dibacakan oleh Wakil Sekretaris Umum PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon bersama lima orang perwakilan peserta secara bergantian, dibagian akhir seruan dibacakan secara serentak.
Selama tiga hari berturut-turut (4-6/11) PGI bersama Sinode HKBP sebagai tuan dan nyonya rumah, menggelar Konas Perempuan Gereja 2026 di Auditorium HKBP (Seminarium Sipoholon), Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Dalam Seruan Bersama itu, seluruh peserta menyerukan, agar, pertama, membangun kepemimpinan perempuan yang bermakna. “Kami menyerukan agar gereja membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk bersuara, memimpin, dan mengambil keputusan. Kami menolak segala bentuk pembatasan dan diskriminasi terhadap kepemimpinan perempuan.”
Kedua, mewujudkan gereja yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan. “Kami menyerukan agar gereja menjadi ruang yang melindungi, bukan melukai; mendengar, bukan membungkam; memulihkan, bukan menyalahkan korban. Kami menolak segala bentuk kekerasan, pelecehan, diskriminasi, dan penyalahgunaan kuasa. Kami mendesak penguatan kebijakan pelindungan dan pemulihan korban, serta akuntabilitas pelaku dan lembaga. Kami menyerukan tindakan nyata untuk mencegah perdagangan orang dan melindungi perempuan pekerja migran dari eksploitasi.”

Ketiga, mewujudkan keluarga sebagai ecclesia domestica. “Kami menyerukan agar setiap keluarga Kristen untuk menghidupkan kembali peran sebagai Ecclesia Domestica, tempat di mana altar doa dibangun, spiritualitas kristiani dihidupi dan diajarkan, serta kasih dan perilaku hidup tanpa kekerasan dipraktikkan tanpa diskriminasi. Kami mendorong pembagian peran yang adil dan setara antara laki-laki dan perempuan di dalam rumah tangga, keadilan pemenuhan hak dasar, hak pendidikan, hak ekonomi, hak waris dan kesejahteraan demi mewujudkan keluarga yang harmonis, tangguh, dan menjadi berkat bagi sesama.”
Keempat, memperjuangkan keadilan ekologis. “Kami menyerukan pengakuan dan perlindungan hak perempuan serta keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan dan tata kelola sumber daya alam. Kami menyerukan negara untuk menghentikan pendekatan militeristik dalam menyelesaikan persoalan terkait krisis sumber daya alam.”
Untuk mewujudkan seruan tersebut, peserta berkomitmen memperkuat pendidikan, kaderisasi, dan kepemimpinan perempuan lintas generasi, mendorong gereja dan negara untuk mengembangkan sistem perlindungan yang aman, inklusif, dan akuntabel, serta memperkuat kerja bersama dalam pencegahan perdagangan orang dan perlindungan pekerja migran.
Selain itu, mengembangkan gerakan keadilan ekologis yang melibatkan perempuan sebagai pemimpin dan pengambil keputusan, serta berpihak pada kehidupan, keadilan, dan keberlanjutan, membangun koordinasi, solidaritas, advokasi, dan aksi bersama lintas Sinode, PGIW/SAG dan komunitas, serta mengajak seluruh Gereja anggota PGI, PGIW/SAG, lembaga pendidikan teologi, komunitas, dan seluruh warga gereja untuk menerjemahkannya ke dalam kebijakan, program, alokasi sumber daya, dan tindakan nyata yang dapat dipertanggungjawabkan. (MS)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Peserta Konas Perempuan Gereja PGI 2026 Keluarkan Seruan Bersama
SIPOHOLON,PGI.OR.ID-Peserta Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gereja 2026 mengeluarkan Seruan Bersama, dia...
Gelar Malam Budaya di Konas Perempuan Gereja 2026. Kebersamaan dalam K...
SIPOHOLON,PGI.OR.ID-Peserta Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gereja 2026 mengikuti acara Malam Budaya yan...
Pembukaan Konas Perempuan Gereja 2026: Menentukan Langkah Bersama di T...
SIPOHOLON, PGI.OR.ID-Pembacaan akta serta pemukulan gong oleh Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, ...

