PGI Bersama STFT Jakarta dan STT IKAT Gelar Seminar Teologi Bahas Tantangan Ajaran Sincheonji
admin
11 Feb 2026 16:21
JAKARTA, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta dan Sekolah Tinggi Teologi IKAT (STT IKAT) menyelenggarakan dua seminar teologi berturut-turut pada 10–11 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama antara gereja dan lembaga pendidikan teologi dalam merespons maraknya ajaran-ajaran yang meresahkan umat, khususnya aliran Sincheonji yang berasal dari Korea Selatan.

Seminar pertama dilaksanakan di STFT Jakarta. Dalam sambutannya, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan, menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat kepada para peserta yang terdiri dari pimpinan gereja, hamba Tuhan dari Jakarta dan berbagai wilayah di Indonesia, para dosen dan mahasiswa, serta civitas academica STFT Jakarta sebagai tuan rumah kegiatan. Ia menegaskan pentingnya membuka ruang diskusi yang relevan dan bertanggung jawab bagi pelayanan gerejawi di tengah tantangan zaman.

Seminar kedua diselenggarakan di STT IKAT. Pada kesempatan ini, Wakil Sekretaris Umum PGI, Pdt Lenta E Simbolon menyampaikan sambutan kepada pimpinan STT IKAT, narasumber dari Korea Selatan, serta para dosen dan mahasiswa dari berbagai sekolah tinggi teologi di Jakarta. Ia menekankan bahwa gereja dan institusi pendidikan teologi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kemurnian ajaran iman Kristen. Wasekum PGI juga mengingatkan kembali pentingnya Dokumen Keesaan Gereja (DKG), khususnya Pemahaman Bersama Iman Kristen (PBIK), sebagai standar pengajaran iman Kristen yang telah disepakati oleh 105 sinode anggota PGI dari berbagai denominasi.Dokumen ini menegaskan dasar iman Kristen tentang Allah Tritunggal, Alkitab, Gereja, dan doktrin-doktrin mendasar lainnya yang menjadi rujukan bagi gereja maupun sekolah teologi.

Rangkaian kegiatan akademik ini menghadirkan Rev. Dr. Hyung-Joo Yang, Direktur Bible Vaccine Center, sebagai pembicara utama. Ia didampingi oleh Pdt. Dr. Lee Kyu Dae, Th.M., Ph.D., dosen STT Sriwijaya dan misionaris Presbyterian Church of Korea, yang berperan sebagai penerjemah dalam kuliah umum di kedua kampus teologi tersebut. Dr. Hyung-Joo Yang dikenal luas sebagai pengajar Alkitab dan penulis sejumlah karya teologis, antara lain Bible Vaccine jilid 1–2 serta buku-buku pengantar studi Kitab Wahyu dan tanggapan teologis atas berbagai pertanyaan iman Kristen kontemporer. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pembacaan Alkitab yang bertanggung jawab, kontekstual, dan berakar pada tradisi iman Kristen arus utama.
Di hadapan sivitas akademika STFT Jakarta dan STT IKAT, Dr. Yang membahas tema-tema kunci seperti kristologi, keselamatan, perjanjian Allah, serta pendekatan hermeneutik terhadap Kitab Wahyu. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan penekanan pada penguatan literasi Alkitab, klarifikasi ajaran, dan pembentukan iman yang dewasa di tengah pluralitas teologi masa kini.
Kehadiran Dr. Hyung-Joo Yang di dua kampus teologi ini merupakan bagian dari komitmen PGI dan institusi pendidikan teologi untuk membuka ruang dialog akademik yang ekumenis, memperkaya perspektif teologis mahasiswa, serta memperkuat jejaring antar-lembaga pendidikan teologi.
Selain membahas ajaran Sincoenji, dalam seminar juga menyoroti tantangan internal lembaga pendidikan teologi. Dalam sambutannya, Wakil Sekum PGI mengingatkan agar setiap STT memperhatikan kualitas lulusan serta memastikan adanya ladang pelayanan yang jelas bagi alumni. Tanpa perhatian serius, alumni berpotensi terseret ajaran menyimpang atau bahkan membentuk aliran baru yang tidak sesuai dengan iman Kristen. “Mari juga kita menghitung dengan baik mahasiwa yang kita terima dan luluskan dari STT ini. Ketika alumni dari STT tidak punya pelayanan yang jelas, pelayanan bagi alumni tidak tercukupi, maka tidak tertutup kemungkinan alumni STT akan mengikuti aliran yang aneh-aneh ini atau bahkan membuat aliran sendiri yang tidak kalah aneh. Para pimpinan sinode yang memiliki STT, kiranya jg memberikan perhatian kepada STT yang dimiliki sinode, supaya tetap menjaga kualitas lulusan dan menyediakan ladang pelayanan yang cukup bagi semua lulusan. Jika tidak, mereka bisa ikut aliran seperti Sincheonji karena ada iming-iming pekerjaan yang dijanjikan. Ini menjadi tugas kita bersama” ujarnya.
Dari ruang Zoom, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacky Manuputty, turut menyapa narasumber dan Pdt. Dr. Lee Kyu Dae. Ia menyambut baik gagasan untuk membuka jejaring kerja sama antara gereja-gereja di Indonesia dan Korea Selatan, khususnya untuk mempermudah akses gereja-gereja di Indonesia terhadap informasi yang berimbang dan bertanggung jawab mengenai aliran Sincheonji.
Seminar ini juga menekankan peran pemuda sebagai masa depan gereja. Kehadiran mahasiswa dari berbagai STT di Jakarta menjadi tanda harapan bahwa generasi muda akan terus menjaga ajaran yang benar dan menjadi pemimpin gereja di masa kini maupun masa depan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong sikap kritis, terbuka, dan bertanggung jawab dalam studi teologi, sekaligus memperlengkapi para hamba Tuhan dan calon pelayan gereja dalam menghadapi kehadiran aliran-aliran keagamaan baru yang masuk bersamaan dengan arus budaya populer global, termasuk fenomena K-Pop, dalam konteks pelayanan gereja di Indonesia. (MB)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Workshop Tanggap Darurat Bencana: Pimpinan Gereja Sumatra Teguhkan Kol...
MEDAN, PGI.OR.ID-Pertemuan penyampaian hasil Workshop Pembelajaran Koordinasi Respons Tanggap Darurat Bencana ...
PERNYATAAN SIKAP PGI: Dialog dan Penegakan Hukum Berbasis HAM Merupaka...
JAKARTA, PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus k...
Merajut Ketangguhan dari Sumatra: Gereja-Gereja Menguatkan Koordinasi ...
MEDAN, PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bersama JAKOMKRIS PBI, CDRM & CDS, YEU, Fond...

