Preloader
PGI.OR.ID

Alamat

Jalan Salemba Raya No. 10
Jakarta Pusat (10430)

Hotline

021-3150451

021-3150455

021-3908118-20

Alamat Email

mailto:info@pgi.or.id

Rakernas PGIW/SAG 2026 Ditutup, Semangat Kolaborasi Jadi Bekal untuk Bergerak Bersama

Thumbnail
Author

admin

23 Aug 2026 08:27

Share:

MANADO, PGI.OR.ID – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PGIW/SAG 2026 resmi ditutup melalui ibadah yang berlangsung khidmat di Jemaat GMIM El Manibang, Malalayang, Manado, Sabtu (22/8/2026). Penutupan ditandai dengan pemukulan tetengkoren oleh Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon.

Ibadah penutupan dipimpin oleh Gembala Fetrisia Aling, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Am Gereja (SAG) Sulawesi Utara dan Tengah (Sulutteng). Dalam refleksinya, Pdt. Fetrisia mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti pada semangat, gagasan, dan kesepakatan yang lahir selama Rakernas, tetapi meneruskannya dalam tindakan nyata melalui kerja bersama.

Menurutnya, dinamika diskusi dan kerja kelompok selama Rakernas menunjukkan bahwa gereja memiliki kekuatan besar ketika bergerak dalam semangat kebersamaan. Karena itu, gereja tidak dipanggil untuk bekerja sendiri-sendiri, melainkan membangun super team yang mampu mengimplementasikan berbagai program yang telah disepakati.

“Kita bukan menjadi superman atau superhuman, tetapi menjadi super team untuk implementasi program,” tegasnya. Pdt. Fetrisia juga menekankan pentingnya membangun jejaring dan memperluas kolaborasi antargereja. Pertukaran gagasan dan pengalaman selama Rakernas, menurutnya, telah membuka peluang bagi berbagai program untuk dikerjakan secara bersama sehingga dampaknya dapat dirasakan lebih luas. “Kalau bekerja masing-masing, PGIW, SAG, tidak efektif. Kita dipanggil untuk bekerja bersama dengan kekuatan Tuhan, sehingga keberhasilan yang dihasilkan jauh lebih besar daripada apa yang bisa kita bayangkan,” ungkapnya.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan Wasekum PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon, dalam sambutan penutupan. Ia menegaskan bahwa Rakernas tidak boleh berhenti sebagai ruang evaluasi program dan perumusan rekomendasi. Hasil Rakernas harus dibawa pulang, terus diperbincangkan, ditindaklanjuti, dan diwujudkan dalam pelayanan gereja.

“Saya mengajak kita semua untuk tidak berhenti pada pertemuan ini saja, tetapi kita pulang membawa hasil tersebut, mempercakapkannya terus-menerus, menindaklanjutinya dengan langkah yang nyata, menjadikannya bagian dari pelayanan gereja yang relevan, tangguh, dan berpengharapan,” ujar Pdt. Lenta. Ia menyebut sejumlah rencana kolaborasi yang mulai dibangun, antara lain kerja sama SAG Sulutteng dengan PGIW Kepulauan Riau dalam merespons persoalan perdagangan orang serta kolaborasi sejumlah wilayah dalam upaya mitigasi bencana di kawasan Bukit Barisan.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena Rakernas PGIW/SAG 2026 telah menghasilkan 17 rekomendasi. Rekomendasi itu diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen hasil persidangan, tetapi menjadi agenda bersama yang diterjemahkan ke dalam program dan aksi nyata di masing-masing wilayah. Pdt. Lenta juga mengajak PGIW dan SAG untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk dengan berbagai pihak di tengah masyarakat. Menurutnya, gerakan oikoumenis harus semakin nyata di tingkat lokal melalui kerja sama antargereja, antarwilayah, serta dengan berbagai elemen masyarakat. “Gerakan oikoumenis ini sesungguhnya ada pada tingkat lokal, baik di wilayah maupun di daerah-daerah kita,” katanya.

Dalam konteks tersebut, ia mendorong agar hasil Rakernas menjadi momentum untuk memperkuat gereja sebagai komunitas yang relevan, tangguh, dan berpengharapan dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Hal itu mencakup isu kemanusiaan, lingkungan hidup, kebencanaan, serta berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat di daerah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Panitia Rakernas PGIW/SAG 2026 yang juga Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, menyampaikan syukur atas terselenggaranya Rakernas dengan baik. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, gereja-gereja, sinode-sinode, panitia lokal, serta seluruh peserta yang telah mengambil bagian dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Sementara itu, sebelum ibadah penutupan berlangsung, Sekretaris Eksekutif Bidang Keutuhan dan Pembaruan Gereja PGI sekaligus Koordinator Rakernas PGIW/SAG 2026, Pdt. Mezisita Herlina, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Rakernas. “Kami berterima kasih atas dukungan banyak pihak, baik dari pemerintah daerah, secara khusus panitia, maupun seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini pada 20–23 Agustus di Kota Manado,” ungkap Pdt. Mezisita.

Rangkaian Rakernas PGIW/SAG 2026 yang berlangsung di Manado menjadi ruang bersama bagi PGIW dan SAG untuk mengevaluasi pelayanan, bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, serta merumuskan langkah bersama dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan bangsa dan gereja.

Pada akhir Rakernas, PGIW Kepulauan Bangka Belitung ditetapkan sebagai pelaksana Rakernas PGIW/SAG 2027. Penetapan tersebut sekaligus menandai kesinambungan gerakan oikoumenis melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi antargereja di berbagai wilayah Indonesia. (NA)

Berikan Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *

Komentar *
Nama Lengkap *
Email *
Website
(optional)

Berita & Peristiwa
Rakernas PGIW/SAG 2026 Ditutup, Semangat Kolaborasi Jadi Bekal untuk B...
by admin 23 Aug 2026 08:27

MANADO, PGI.OR.ID – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PGIW/SAG 2026 resmi ditutup melalui ibadah yang berlangs...

Rakernas PGIW/SAG 2026 Hasilkan 17 Rekomendasi untuk Memperkuat Geraka...
by admin 23 Aug 2026 06:22

MANADO, PGI.OR.ID — Rangkaian Rapat Kerja Nasional Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah/Sinode Am ...

PGI Dorong Spiritualitas Keugaharian Menjadi Habitus Gereja di Tengah ...
by admin 22 Aug 2026 08:32

MANADO, PGI.OR.ID — Di tengah polikrisis yang semakin kompleks, spiritualitas keugaharian tidak cukup hanya ...