SIARAN PERS Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) “Hentikan Kekerasan, Lindungi Kehidupan, dan Buka Ruang Dialog Kemanusiaan”
admin
12 Sep 2026 14:28
JAKARTA, PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras rangkaian kekerasan yang kembali menimpa warga sipil di Tanah Papua. Peristiwa penyanderaan sembilan perempuan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Agustus 2026, serta penembakan yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, pada 9 September 2026, menunjukkan bahwa lingkaran kekerasan terus mengancam kehidupan dan martabat manusia di Papua.
Sembilan perempuan yang dilaporkan disandera di Jila adalah Nemerina Wamang (17 tahun, dalam kondisi hamil muda); Alin Mesawarol (siswi kelas VI SD); Nopi Aim (siswi kelas IV SD); Opinte Meswaro (siswi kelas III SD); Yonita Senawatme (18 tahun); Meria Nibilingame (15 tahun); Wena Katagame (18 tahun); Ilimin Onawame (18 tahun); dan Miante Nibilingame (13 tahun). Mereka adalah warga sipil yang seharusnya memperoleh perlindungan penuh dan dalam keadaan apa pun tidak boleh dijadikan sasaran ataupun instrumen dalam konflik bersenjata.
PGI menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, yakni Aprida Rapi (49 tahun), Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, asal Toraja, Sulawesi Selatan; drh. Alfonsius Albinus Mehan (35 tahun), dokter hewan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur; serta Wili Mbuik (24 tahun), CPNS asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Mereka ditembak ketika sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di Distrik Muliama. Kami turut berduka dan berdoa bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan, kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan.
Dengan alasan apa pun, penangkapan secara sewenang-wenang, penyanderaan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak bersalah merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan bertentangan dengan kehendak Allah, Sang Pencipta dan Pemelihara kehidupan. Alkitab menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:27). Karena itu, setiap kehidupan memiliki martabat yang tidak boleh dirampas oleh siapa pun. Sabda Tuhan, “Jangan membunuh” (Keluaran 20:13), merupakan penegasan moral yang tidak dapat dinegosiasikan demi kepentingan politik, keamanan, atau perjuangan apa pun.
PGI kembali menegaskan bahwa setiap upaya penyelesaian persoalan Papua harus berlandaskan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, perlindungan warga sipil, dan keberpihakan kepada kehidupan. Kekerasan tidak akan menyembuhkan luka Papua. Sebaliknya, kekerasan hanya akan melahirkan ketakutan, kebencian, kehilangan, dan kekerasan baru.
Karena itu, PGI dengan sungguh-sungguh menyerukan kepada semua pihak: HENTIKAN KEKERASAN! Hentikan penyanderaan, penembakan, pembunuhan, dan seluruh tindakan yang menempatkan warga sipil dalam bahaya. Semua pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata harus menghormati kehidupan serta memastikan bahwa perempuan, anak-anak, pekerja kemanusiaan, pelayan publik, dan seluruh warga sipil tidak dijadikan sasaran kekerasan.
Pada saat yang sama, PGI mendesak agar ruang dialog kemanusiaan segera dibuka sebagai langkah mendesak untuk memutus mata rantai aksi dan reaksi, serangan dan pembalasan, yang terus memakan korban. Dialog kemanusiaan harus menjadi ruang bersama untuk menyelamatkan kehidupan, menjamin perlindungan warga sipil, membangun kepercayaan, serta membuka jalan menuju penyelesaian persoalan Papua yang bermartabat dan damai.
Papua tidak membutuhkan lebih banyak kuburan. Papua membutuhkan keberanian untuk menghentikan kekerasan, memulihkan mereka yang terluka, melindungi kehidupan, dan membangun perdamaian. Sebagaimana firman Tuhan mengingatkan: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9).
Jakarta, 12 September 2026
a.n. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)
Kepala Biro Papua,
Pdt. Ronald Rischard Tapilatu
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Respons Bencana, PGIW Kalbar Bergerak Bagikan Masker & Vitamin C di ...
PONTIANAK, 12 September 2026 — Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda hampir selur...
SIARAN PERS Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) “Hentikan ...
JAKARTA, PGI.OR.ID-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus ...
Tata Ibadah HPKD dan HPII Tahun 2026
JAKARTA,PGI.OR.ID-Setiap hari minggu pertama di bulan Oktober, sebagaimana tahun-tahun yang lalu, Persekutuan...

