Sidang Raya XVI GGP Teguhkan Langkah Melampaui Batas dan Pilih Kepemimpinan Baru
admin
23 Oct 2026 13:47
Serpong, Banten,PGI.OR.ID- Sidang Raya XVI Sinode Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) yang berlangsung di Grand Hotel Serpong, Banten, menjadi momentum penting bagi gereja untuk mengevaluasi pelayanan lima tahun terakhir, merumuskan arah pelayanan lima tahun ke depan, serta memilih kepemimpinan sinode yang baru. Sidang Raya yang dihadiri peserta dari seluruh penjuru Indonesia ini sekaligus meneguhkan komitmen GGP untuk menjawab tantangan pelayanan gereja di tengah perubahan zaman.
Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Sekretaris Umum PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon, Ketua Umum PGPI Pdt. Jason Balompapeng, salah satu Ketua PGLII Pdt. Anton, perwakilan PGIW Banten, PGLII Banten, serta berbagai mitra ekumenis lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum GGP periode sebelumnya, Pdt. Dicky Suwarta, menyampaikan harapan agar seluruh proses persidangan berlangsung dalam tuntunan Tuhan dan menghasilkan keputusan-keputusan yang terbaik bagi kemajuan pelayanan gereja.
"Kiranya Sidang Raya ini menghasilkan keputusan yang terbaik dan bertanggung jawab untuk membawa Gereja Gerakan Pentakosta menjadi gereja yang semakin relevan dan berdampak bagi gereja, masyarakat, dan bangsa," ujarnya.
Sidang Raya XVI GGP mengusung tema "Beyond" yang diinspirasi dari Yosua 3:1-6, dengan subtema "Generasi Baru yang Melangkah dalam Iman untuk Melampaui Batas Bersama Tuhan." Tema ini mengingatkan gereja pada kisah bangsa Israel yang menyeberangi Sungai Yordan. Mujizat terjadi bukan ketika mereka menunggu keadaan menjadi lebih mudah, melainkan ketika mereka melangkah lebih dahulu dalam iman sesuai perintah Tuhan.
_1792738474.jpg)
Dalam sambutannya, Wakil Sekretaris Umum PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon, menegaskan bahwa tema tersebut menjadi panggilan bagi gereja untuk berani keluar dari zona nyaman dan melampaui batas-batas lama dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan masa kini.
Menurutnya, gereja saat ini sedang diperhadapkan pada sejumlah krisis yang memerlukan perhatian dan kerja bersama seluruh tubuh Kristus. Pertama, krisis keluarga, yang ditandai dengan meningkatnya berbagai persoalan dalam kehidupan rumah tangga, melemahnya relasi antaranggota keluarga, serta tantangan pembinaan generasi muda di tengah perubahan nilai dan budaya yang begitu cepat. Gereja dipanggil untuk memperkuat pelayanan pastoral dan pendidikan iman dalam keluarga sebagai fondasi kehidupan bergereja.
Selain itu, gereja juga menghadapi krisis keesaan, ketika semangat kebersamaan antar gereja sering kali berhadapan dengan sekat-sekat denominasi dan kepentingan sektoral. Karena itu, semangat beyond harus diwujudkan dalam kehidupan oikoumene dengan melampaui batas-batas institusional dan membangun kolaborasi yang semakin erat demi kesaksian Kristen yang lebih kuat di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Wasekum PGI menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang sedang mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Menurutnya, gereja tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap perkembangan teknologi, tetapi perlu hadir secara kritis dan kreatif. AI menghadirkan peluang besar bagi pelayanan, pendidikan, komunikasi, dan misi, namun sekaligus memunculkan pertanyaan etis mengenai kemanusiaan, relasi sosial, nilai kebenaran, dan tanggung jawab moral. Oleh karena itu, gereja-gereja perlu bersama-sama membangun refleksi teologis dan etis yang relevan untuk menjawab tantangan era digital.
PGI juga mengapresiasi kontribusi GGP sebagai bagian dari keluarga besar gereja-gereja anggota PGI yang selama ini aktif dalam membangun kehidupan oikoumene di Indonesia. Gereja-gereja di Indonesia, tegasnya, tidak dapat berjalan sendiri-sendiri dalam menjawab persoalan kebangsaan yang semakin kompleks.
_1792738424.jpg)
Setelah melalui seluruh rangkaian persidangan, Sidang Raya XVI Sinode GGP berhasil memilih pimpinan sinode yang akan memimpin pelayanan GGP pada periode mendatang. Sidang menetapkan:
- Ketua Umum: Pdt. Ir. Karnadi Margaka, M.Th
- Sekretaris Umum: Pdt. Dr. Robertus Sela, M.Th
- Bendahara Umum: Pdt. Nasso Lalla Telaumbanua, M.Th
Terpilihnya kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi bagian dari semangat pembaruan yang diusung melalui tema "Beyond", sekaligus membawa GGP semakin relevan dalam menghadapi tantangan pelayanan gereja, bangsa, dan dunia yang terus berubah.
Mengakhiri rangkaian Sidang Raya XVI, seluruh peserta diajak untuk terus melangkah dalam iman bersama Tuhan, melampaui berbagai batas dan tantangan zaman, sambil tetap berakar pada Firman Tuhan dan setia menghadirkan kasih, keadilan, dan damai sejahtera Allah di tengah masyarakat. Dengan demikian, GGP diharapkan semakin mampu menjadi gereja yang transformatif, berdampak, dan menjadi berkat bagi Indonesia. (LES).
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Sidang Raya XVI GGP Teguhkan Langkah Melampaui Batas dan Pilih Kepemim...
Serpong, Banten,PGI.OR.ID- Sidang Raya XVI Sinode Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) yang berlangsung di Grand H...
Deklarasi Makassar: Gerakan Lintas Iman Desak Demokrasi Berkeadilan Ek...
MAKASSAR, 23 Oktober 2026 — Tokoh-tokoh lintas iman, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan perwakilan ...
Dari Dialog Lintas Agama hingga Kesaksian Nelayan, SAA PGI Kuat Soroti...
MAKASSAR, PGI.OR.ID — Seminar Agama-agama (SAA) ke-40 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang dise...

