WCC Sampaikan Solidaritas kepada PGI dan Masyarakat Indonesia Terdampak Karhutla
admin
27 Oct 2026 08:10
JENEWA, 27 Oktober 2026 — Dewan Gereja-gereja se-Dunia (World Council of Churches/WCC) menyampaikan keprihatinan mendalam, solidaritas, dan doa bagi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), gereja-gereja anggotanya, serta masyarakat Indonesia yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Solidaritas tersebut disampaikan melalui surat pastoral bertanggal 26 Oktober 2026 yang ditandatangani Sekretaris Umum WCC, Pdt. Prof. Dr. Jerry Pillay.
Dalam surat berjudul WCC Pastoral Letter to the Churches and People of Indonesia Affected by Forest Fires tersebut, WCC menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung selama berbulan-bulan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Papua, dan sebagian Sulawesi. Kebakaran dan kabut asap yang ditimbulkannya dinilai membawa dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, pendidikan, layanan kesehatan, serta mata pencaharian.
WCC secara khusus menaruh perhatian pada kelompok rentan, termasuk anak-anak dan perempuan, serta masyarakat yang setiap hari harus menghirup udara tercemar. Dampak kabut asap juga melintasi batas negara dan dirasakan masyarakat di negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Dukung Seruan Pastoral PGI
WCC menyatakan dukungan penuh terhadap seruan pastoral Majelis Pekerja Harian PGI tertanggal 12 Oktober 2026, berjudul “Selamatkan Kehidupan, Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan!”, yang ditandatangani Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn F. Manuputty dan Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan.
Dalam suratnya, WCC sependapat dengan pandangan PGI bahwa kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana ekologis yang merusak ekosistem, menimbulkan penderitaan luas, serta mengancam kehidupan manusia dan alam. WCC juga menyatakan solidaritas dengan seluruh masyarakat yang terdampak, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
WCC secara khusus menyampaikan keprihatinan atas gereja-gereja di Kalimantan dan Sumatra yang turut terdampak langsung. Dalam situasi tersebut, gereja dipanggil untuk hadir melalui doa, belas kasih, pelayanan, dan tindakan solidaritas.
WCC juga menegaskan dukungannya terhadap seruan PGI agar gereja-gereja anggotanya mewujudkan solidaritas melalui doa dan bantuan nyata kepada setiap orang yang membutuhkan, tanpa membedakan agama, suku, maupun status sosial.
Serukan Perlindungan Kehidupan dan Kerja Sama Antarbangsa
Selain menyatakan solidaritas, WCC menyampaikan doa bagi keluarga dan komunitas yang terdampak kabut asap, termasuk mereka yang mengalami gangguan kesehatan, pendidikan, dan mata pencaharian. WCC turut mendoakan keselamatan serta kekuatan para petugas pemadam kebakaran, relawan, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat yang bekerja memadamkan api serta merawat warga terdampak.
WCC juga menyerukan agar para pemimpin nasional dan daerah bertindak cepat dan adil untuk melindungi kehidupan. Pada saat yang sama, kerja sama antarbangsa di kawasan Asia Tenggara perlu diperkuat guna melindungi seluruh komunitas yang terdampak kebakaran dan kabut asap.
Bagi WCC, krisis kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyangkut persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi panggilan bagi gereja untuk memperbarui tanggung jawabnya sebagai penatalayan ciptaan Allah. Merujuk Kejadian 2:15, WCC mengingatkan panggilan manusia untuk mengusahakan dan memelihara bumi beserta segala makhluk yang hidup di dalamnya.
Surat pastoral tersebut ditutup dengan penegasan solidaritas dan dukungan pastoral WCC bagi masyarakat terdampak, disertai doa agar Allah memberikan penghiburan, Roh Kudus membarui kekuatan, dan damai sejahtera Kristus menyertai seluruh komunitas yang menghadapi bencana ini. WCC berharap bumi dapat dirawat sebagai rumah bersama, tempat manusia dan seluruh ciptaan hidup dalam damai sejahtera Allah. (EDP)
Dokumen terkait: Surat pastoral WCC dalam bahasa Inggris dapat dibaca dan diunduh melalui dokumen PDF terlampir.
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
WCC Sampaikan Solidaritas kepada PGI dan Masyarakat Indonesia Terdampa...
JENEWA, 27 Oktober 2026 — Dewan Gereja-gereja se-Dunia (World Council of Churches/WCC) menyampaikan keprihat...
Pendidikan Oikoumene Kebangsaan untuk Orang Muda: Membentuk Pemimpin y...
PONTIANAK, PGI.OR.ID-Pendidikan Oikoumene Kebangsaan (POK) untuk Orang Muda disenggarakan selama empat hari, ...
Sidang Raya XVI GGP Teguhkan Langkah Melampaui Batas dan Pilih Kepemim...
Serpong, Banten,PGI.OR.ID- Sidang Raya XVI Sinode Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) yang berlangsung di Grand H...

