Bimtek Pengelolaan Rumah Ibadat TNI AU, Wasekum PGI Dorong Rumah Ibadat Menjadi Ruang Spiritual dan Perekat Persatuan
admin
20 Aug 2026 11:36
JAKARTA, PGI.OR.ID — Rumah ibadat tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat spiritualitas, serta merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Rumah Ibadat Lingkungan TNI Angkatan Udara yang berlangsung di Aula GKPO Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 19 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti para pengurus rumah ibadat di lingkungan TNI Angkatan Udara (TNI AU), yang terdiri atas pengurus masjid, pendeta dan majelis gereja, serta pengurus pura. Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Udara (Kadisbintalau), Marsma TNI Drs. Jaetul Muchlis, M.Ag., dan Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Lenta Enni Simbolon.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma yang diwakili Kepala Dinas Personel Lanud Halim Perdanakusuma turut memberikan sambutan. Kehadiran jajaran Lanud Halim menunjukkan dukungan terhadap penguatan pengelolaan rumah ibadat sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual personel TNI AU.
Rumah Ibadat sebagai Ruang Merawat Persatuan
Dalam sambutannya, Kadisbintalau menekankan pentingnya menghadirkan rumah ibadat sebagai ruang yang nyaman dan aman bagi umat. Rumah ibadat, menurutnya, tidak semata-mata menjadi tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pusat pembentukan karakter, pendidikan, dan kehidupan bersama. “Rumah ibadat harus memupuk persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi pengurus rumah ibadat merupakan sebuah amanah yang perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, pengelolaan rumah ibadat perlu dilakukan dengan baik sehingga keberadaannya benar-benar memberi manfaat bagi kehidupan umat sekaligus memperkuat kebersamaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Pesan tersebut menjadi semakin relevan dalam konteks lingkungan TNI AU yang dihuni oleh warga dengan latar belakang agama dan denominasi yang beragam. Rumah ibadat di lingkungan militer diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan iman, tetapi juga ikut menciptakan kehidupan yang rukun dan saling menghargai.

Gereja Dipanggil Menjadi Rumah Bersama
Dalam pemaparannya, Pdt. Lenta Enni Simbolon memperkenalkan peran PGI dalam perjalanan gereja-gereja di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sejak awal, PGI dibangun dengan semangat menghadirkan gereja sebagai rumah bersama bagi gereja-gereja yang memiliki latar belakang denominasi dan tradisi yang beragam. Menurut Pdt. Lenta, semangat tersebut menunjukkan bahwa gereja dipanggil untuk tetap kokoh dalam iman sekaligus terbuka membangun relasi dengan sesama. “Gereja hadir bukan untuk dirinya sendiri, melainkan bersama yang lain dan menjadi berkat bagi yang lain,” ujar Pdt. Lenta.
Ia juga menjelaskan berbagai program PGI yang menjadi bagian dari upaya membangun dialog, kerja sama, dan solidaritas lintas iman. Di antaranya Seminar Agama-agama yang diselenggarakan secara berkala, program live in lintas iman “Tanah Air Itu Bhinneka” bagi generasi muda, Sekolah Advokasi KBB (Kebebasan Beragama dan Beribadah), serta keterlibatan PGI sebagai tuan rumah Interreligious Conference bersama Christian Conference of Asia (CCA).
Berbagai program tersebut, jelasnya, merupakan bagian dari upaya gereja untuk membangun ruang perjumpaan, memperkuat dialog lintas iman, dan merawat perdamaian di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

POUK Halim sebagai Miniatur Gerakan Oikoumene
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Lenta juga menyebut Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Halim Perdanakusuma sebagai salah satu gambaran nyata semangat kebersamaan gereja di tengah keberagaman. “POUK Halim Perdanakusuma adalah miniatur PGI, miniatur gerakan oikoumene yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Menurut Pdt. Lenta, keberadaan POUK dalam lingkungan TNI AU memperlihatkan pentingnya membangun kebersamaan di antara gereja-gereja dan umat Kristen yang memiliki latar belakang berbeda. Semangat tersebut sejalan dengan panggilan oikoumene untuk membangun persekutuan, kesaksian, dan pelayanan bersama. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kadisbintalau dan GKPO Halim Perdanakusuma yang selama ini turut merawat hubungan baik dengan PGI. Relasi tersebut diharapkan terus berkembang menjadi kerja sama yang semakin kuat dalam menghadirkan kehidupan beragama yang damai, inklusif, dan bertanggung jawab.
_1787201312.jpeg)
Memperkuat Kebersamaan melalui Pengelolaan Rumah Ibadat
Kegiatan bimbingan teknis ini menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para pengurus rumah ibadat di lingkungan TNI AU. Selain meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan rumah ibadat, kegiatan tersebut juga membuka ruang perjumpaan antarpengurus dari berbagai agama. Dalam konteks ini, pengelolaan rumah ibadat tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab untuk membangun lingkungan yang saling menghormati. Rumah ibadat diharapkan mampu menjadi tempat umat bertumbuh dalam iman sekaligus belajar hidup bersama dalam keberagaman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pelayan GKPO Halim Perdanakusuma, antara lain Pdt. Jimmy Sundalangi, Pdt. Eris Waruwu, Ketua MPH GKPO Halim Penatua Gledly Mailoa, serta para pelayan lainnya. Kehadiran para pelayan gereja tersebut semakin memperkuat semangat kebersamaan dan kerja sama dalam mengembangkan pelayanan gerejawi di lingkungan TNI AU.
Menutup pemaparannya, Pdt. Lenta kembali menegaskan pesan Kadisbintalau bahwa rumah ibadat perlu menjadi suara persatuan dan kesatuan bangsa. Di tengah keberagaman agama dan tradisi, rumah ibadat memiliki kesempatan untuk menghadirkan keteduhan, membangun karakter, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Bagi PGI, perjumpaan dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya merawat semangat oikoumene dan kebangsaan: gereja-gereja dipanggil untuk terus membangun kehidupan bersama yang damai, menghargai keberagaman, dan menghadirkan kebaikan bagi masyarakat serta bangsa Indonesia. (LES- EDP)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
LAPORAN KEUANGAN TANGGAP DARURAT GEMPA FLORES Per 20 Agustus 2026
Laporan Dana Darurat Respons Gempa Flores merupakan bentuk transparansi dan pertanggungjawaban PGI atas dukung...
Pdt. Ira Imelda: Gereja Dipanggil Menjadi Terang dari Rumah hingga ke ...
KLATEN, PGI.OR.ID — Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menegaskan pentingnya kehadiran gereja yang...
Bimtek Pengelolaan Rumah Ibadat TNI AU, Wasekum PGI Dorong Rumah Ibada...
JAKARTA, PGI.OR.ID — Rumah ibadat tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga memil...

