Doa Kebangsaan 2026: Ketum PGI Ajak Bangsa Memelihara Persaudaraan dan Spiritualitas Ugahari demi Keutuhan Indonesia
admin
03 Aug 2026 20:21
JAKARTA, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kembali mengambil bagian dalam Zikir dan Doa Kebangsaan 2026, sebuah doa bersama lintas agama yang menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan pemerintah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026), diikuti sekitar 100.000 umat dari berbagai agama dan latar belakang sebagai ungkapan syukur atas anugerah kemerdekaan sekaligus doa bagi masa depan bangsa.
Acara yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu dihadiri para pemimpin agama dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Doa dipanjatkan secara bergantian sebagai wujud komitmen bersama untuk menjaga persatuan, kedamaian, dan kerukunan di tengah keberagaman Indonesia.

Mewakili umat Kristen Protestan, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, memimpin doa kebangsaan yang mengangkat tema persaudaraan, kepemimpinan yang berhikmat, serta panggilan seluruh anak bangsa untuk membangun Indonesia dengan semangat pengorbanan dan solidaritas. Dalam doanya, Pdt. Jacklevyn mengawali dengan ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia yang merupakan anugerah Tuhan. Ia menegaskan bahwa kemajemukan suku, agama, bahasa, dan budaya bukanlah beban yang memecah belah, melainkan karunia Allah yang menjadikan Indonesia kaya dan indah.
"Ya Tuhan, satukanlah kami dalam keutuhan dan persaudaraan kebangsaan yang sejati, agar perbedaan yang ada justru memperkaya, bukan memisahkan," demikian doa yang dipanjatkannya. Pdt. Jacklevyn juga membawa bangsa Indonesia berdoa bagi Presiden, Wakil Presiden, dan seluruh pemimpin di setiap tingkatan pemerintahan. Ia memohon agar Tuhan menganugerahkan hikmat, kebijaksanaan, serta keteguhan hati kepada para pemimpin untuk tetap setia menjalankan amanat konstitusi dan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Ia berdoa agar setiap kebijakan yang diambil senantiasa diarahkan pada pelayanan kepada masyarakat serta terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam doa tersebut, perhatian khusus juga diberikan terhadap berbagai tantangan sosial yang sedang dihadapi bangsa. Pdt. Jacklevyn memohon agar Indonesia dijauhkan dari polarisasi dan perpecahan yang dapat muncul akibat meningkatnya beban hidup, ketimpangan sosial, serta kesulitan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Ia mengajak seluruh rakyat Indonesia memiliki hati yang lapang untuk saling memahami, bukan saling menyalahkan, sehingga kehidupan bersama tetap terpelihara dalam semangat persaudaraan.

Salah satu penekanan penting dalam doa yang dipanjatkannya ialah ajakan membangun spiritualitas ugahari sebagai karakter kehidupan berbangsa. Menurutnya, kecintaan kepada Indonesia diwujudkan melalui kesediaan memberi diri, berkorban, menahan diri dari keserakahan, serta mengembangkan solidaritas kepada mereka yang hidup dalam kekurangan.
Pdt. Jacklevyn memohon agar Tuhan menolong bangsa Indonesia untuk menghidupkan semangat berbagi dan kepedulian sebagai wujud nyata bahwa seluruh rakyat Indonesia merupakan satu keluarga besar. Doanya ditutup dengan permohonan agar damai sejahtera Allah memenuhi seluruh bumi pertiwi, dari Sabang sampai Merauke.
Sebelum memimpin doa, Pdt. Jacklevyn juga menyampaikan refleksi mengenai pentingnya peran agama dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, sejarah Indonesia tidak dapat dipisahkan dari doa seluruh umat beragama yang sejak awal turut menopang perjalanan bangsa. Ia mengingatkan bahwa para pendiri bangsa telah mewariskan teladan luar biasa dengan membangun Indonesia di atas semangat persatuan, tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang. Warisan tersebut, menurutnya, merupakan fondasi yang harus terus dipelihara oleh seluruh elemen bangsa. "Perjalanan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari doa seluruh umat beragama. Nilai-nilai luhur yang telah ditaruh para pendiri bangsa sejak awal mereka membangun bangsa tidak melihat latar belakang suku maupun agama, tetapi berdiri bersama-sama. Itu adalah legacy yang sangat luar biasa yang harus kita pelihara dan kita jaga bagi keutuhan Indonesia ke depan," ujar Pdt. Jacklevyn. Pernyataan tersebut menegaskan kembali komitmen PGI untuk terus merawat kehidupan kebangsaan yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila, persaudaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap kemajemukan.

Zikir dan Doa Kebangsaan 2026 sendiri menjadi momentum yang memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan lintas agama di Indonesia. Ribuan peserta memenuhi kawasan Monas sejak sore hari dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat. Selain doa lintas agama, kegiatan juga diisi dengan Selawat Kebangsaan yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama ribuan jemaah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar yang memimpin rangkaian zikir menegaskan bahwa bangsa yang besar tidak hanya dibangun melalui kerja keras, tetapi juga oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama. Semangat itulah yang menjadi fondasi bagi Indonesia untuk terus melangkah menuju masa depan yang damai, adil, dan sejahtera.
_1785810469.jpeg)
Melalui kehadiran dan doa yang dipanjatkan dalam momentum kebangsaan ini, PGI kembali menegaskan panggilannya untuk terus menghadirkan suara kenabian, merawat persaudaraan lintas iman, serta mendorong seluruh warga bangsa membangun Indonesia yang semakin bersatu, berkeadilan, dan berlandaskan kasih kepada sesama. (EDP)
Berikan Komentar
Alamat email anda tidak akan dipublish, form yang wajib diisi *
Berita & Peristiwa
Perkuat Ekosistem Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, PGI Bersama K...
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty bersama Menteri Pelind...
Doa Kebangsaan 2026: Ketum PGI Ajak Bangsa Memelihara Persaudaraan dan...
JAKARTA, PGI.OR.ID – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kembali mengambil bagian dalam Zikir dan D...
FGD PGI Bersama PELKESI dan YAKKUM Dorong Transformasi Pelayanan Keseh...
YOGYAKARTA, PGI.OR.ID — Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama Persekutuan Lembaga-Lembaga Pel...

